Warga Srikandi: Tidak Ada Ormas Yang Minta Uang

Sehubungan dengan pemberitaan Kompas.com tanggal 4 Juni 2013 berjudul ‘Warga Srikandi: Ada LSM Minta Uang Mengatasnamakan Jokowi, warga Srikandi pun menyampaiakan bantahan terhadap pemberitaan tersebut.

“Tidak pernah yang namanya ormas SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia) meminta uang ke warga. Itu tuduhan yang sama sekali tidak benar dan menjurus ke fitnah,” kata Turja, Ketua RT 007/RW 003 kampung Srikandi, kelurahan Jatinegara Kaum, saat mendatangi kantor Kompas.com untuk melakukan klarifikasi.

Menurut Turja, warga mengumpulkan uang atas inisiatif sendiri dan itupun digunakan untuk membiayai perjuangan. “Dana itu namanya dana juang. Itu dipakai, misalnya, untuk melakukan aksi memperjuangkan hak warga. Uang itulah yang dipakai untuk menyewa pengeras suara, membuat spanduk, poster, dan lain-lain,” ungkap Turja.

Turja juga mengungkapkan, pengacara yang bernama C Suhadi, yang dikutip oleh pemberitaan Kompas.com tanggal 4 Juni 2013 itu, bukan lagi pengacara warga Srikandi.

“Terhitung sejak sebelum terjadinya penggusuran Kampung Srikandi, yakni tanggal 22 Mei 2013 lalu, warga Srikandi sudah mencabut surat kuasa yang diberika ke C Suhadi. Artinya, dia tidak boleh mengatasnamakan pengacara warga Srikandi lagi,” tegasnya.

Kedepan, kata Turja, dengan dukungan dari SRMI, warga Srikandi akan melakukan perlawanan hukum untuk mendapatkan kembali tanahnya. Ia juga menuntut pemerintah untuk tidak menerbitkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada PT. Buana Estate di atas tanah dimaksud hingga proses hukum selesai.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut