Warga Nangapanda Ende Tuntut Listrik Masuk Desa

Ratusan warga dari tiga desa, yaitu Tenda Rea, Watumite dan Roma Rea, di kecamatan Nanga Panda, Kabupaten Ende, menggelar aksi menuntut listrik masuk desa, Selasa (28/5/2013).

Ratusan warga dari tiga desa di kecamatan Nanga Panda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi massa di kantor Bupati setempat, Selasa (28/5/2013).

Ketiga desa dimaksud adalah Tenda Rea, Watumite dan Roma Rea. Mereka datang ke kantor Bupati bersama aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Dalam aksinya, warga tiga desa tersebut menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera memasang instalasi listrik di desa mereka.

Ketua LMND kota Ende, Melkior  R Bhoka, mengatakan pemerintah seharusnya menjalankan elektrifikasi hingga ke seluruh pelosok tanah air, termasuk ke seluruh desa di Kabupaten Ende.

“Itu seharusnya tugas pemerintah, sebagaimana diatur dalam pasal 33 UUD 1945. Listrik itu kan kebutuhan dasar rakyat, yang sangat diperlukan dalam menggerakkan kehidupan mereka,” katanya.

Sementara itu, Koordinator aksi Herson Loi mengungkapkan, sebelumnya proyek pembangunan listrik di tiga desa tersebut diserahkan kepada PT. Rinjani, yang merupakan rekanan PLN.

Dalam prosesnya, kata Herson, warga sudah menyetorkan yang sebesar Rp.2.400.000,- dan melakukan pembebasan lahan yang akan dilalui oleh jalur listrik. “Tetapi, sampai sekarang listrik itu belum dirasakan oleh warga,” katanya.

Setelah menggelar aksi di kantor Bupati, massa menggeser aksinya ke kantor DPRD Ende. Di sana, massa aksi sempat ditemui dan diajak berdialog dengan pihak DPRD.

Karena proses dialog berlangsung alot, maka pihak DPRD memanggil pimpinan PLN Ende. Dalam penjelasannya, pihak PLN merasa sudah menjalankan kewajibannya, tetapi justru PT. Rinjani selaku pemasang instalasi yang melalaikan tugasnya.

Dalam dialog tersebut, aktivis PRD dan LMND mendesak agar pihak PLN dan Pemda Ende segera merealisasikan pemasangan instalasi listrik ke desa-desa yang belum terjangkau listrik. Sebab, warga sudah membayar beban biaya yang menjadi persyaratan.

Yohanes B Loy

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut