Warga Menuntut PT. Hanjung Utamakan Pekerja Lokal

Seratusan warga Kelurahan Serengsem dan Serampok, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, menggelar aksi di depan kantor PT. Hanjung, kemarin (28/4). Mereka memprotes sikap perusahaan asal Korea tersebut karena tidak mau menerima pekerja dari masyarakat lokal.

Menurut Sunardi, salah seorang warga yang meminpin aksi ini, sejak memulai usahanya di tahun 1995, PT. Hanjung dan PT. Mega Petro Synergi (MPS) menunjukkan ketidakpedulian terhadap warga sekitar.

Bukan hanya itu, menurut pengakuan Sunardi, ada pula diskriminasi antara upah pekerja lokal dan pekerja dari daerah lain. “PT.Hanjung telah benar-benar menutup peluang bagi penduduk lokal untuk mendaftar. Mereka bilang pekerja lokal kurang punya skill,” katanya.

Sebelumnya, setelah melalui proses negosiasi, sebanyak 15 orang warga setempat diterima bekerja di perusahaan PT. MPS. Namun, baru 25 hari bekerja para warga tersebut sudah di-PHK atas permintaan oleh PT.MPS. Pemecatan itu diduga dilakukan setelah PT.Hanjung, yang menjadi induk PT.MPS, melarang perekrutan tenaga kerja lokal.

Setelah beberapa jam menggelar aksi di depan perusahaan, akhirnya perwakilan dari warga dipanggil untuk hearing dengan PT.MPS. Namun, masalah tiba-tiba kembali muncul, lantaran PT.MPS sempat menyatakan tidak hadir karena sedang melakukan kunjungan keluar kota.

Akhirnya, untuk memaksa pihak perusahaan mau berdialog dengan warga, ratusan warga yang berada di depan pintu gerbang pun memblokir pintu masuk perusahaan dan menyebabkan beberapa karyawan yang sedang beristirahat di luar tidak bisa masuk kembali ke dalam perusahaan.

Karena tekanan itulah akhirnya PT.MPS bisa datang ke meja perundingan. Dialog berjalan dengan lancar. Pertemuan kedua belah-pihak itu menghasilkan beberapa keputusan, antara lain: PT. MPS akan merekrut 50% pekerja lokal yang memiliki skill, PT.Hanjung bersedia merekrut pekerja lokal non-skill sesuai ketentuan, 15 pekerja yang telah di-PHK dapat dipekerjakan kembali, setiap pendaftar harus menyertakan rekomendasi dari forum warga.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut