Warga Kunangan Jaya II Tuntut Realisasi Enclaving

Puluhan perwakilan warga dusun Kunangan Jaya II, Batanghari, Jambi, menuntut realisasi enclaving lahan seluas 8000 hektar. Lahan tersebut merupakan milik warga yang sebelumnya dirampas oleh PT. Agronusa Alam Sejahtera dan PT. Wanaskita Nusantara.

Tuntutan ini disampaikan oleh perwakilan warga desa saat pertemuan dengan perwakilan Menteri Kehutanan RI, Dr Ir San Afri Awang, MSC, di kantor Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), di Jakarta, Senin (6/8/2012). Pertemuan kedua pihak ini dimediasi oleh pihak Komnas HAM.

Kepala dusun Kungan Jaya II, Ngatono, mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan rekomendasi hasil pemetaan dan identifikasi lahan seluas 8000 ha tersebut. “Ini sudah merupakan dasar yang sangat kuat untuk enclave,” katanya.

Merespon tuntutan warga ini, Dr Ir San Afri Awang selaku tim ahli Menhut mengatakan, pihaknya akan menyampaikan rekomendasi ini ke kementerian dan segera membahasnya secara internal.

Selain itu, katanya, pihaknya juga siap memfasilitasi pertemuan antar pihak warga, perusahaan, dan pemerintah daerah. Di situ akan dibahas soal penyelesaian kasus dan pola enclaving yang tepat.

Disamping membahas soal rekomendasi, warga Dusun Kunangan Jaya II juga melaporkan kasus penganiayaan dan pembakaran rumah warga oleh Pam Swakarsa dan preman bayaran pihak perusahaan.

Pihak Komnas HAM, yang diwakili oleh M Ridha Saleh, menyatakan akan menyurati Polda Jambi agar segera melakukan perlindungan terhadap warga.

Kedatangan para petani Kunangan Jaya II ke kantor Komnas HAM didampingi langsung oleh pengurus pusat Serikat Tani Nasional (STN) dan pengurus Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi.

Joko Supriadi

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut