Warga Kluet Raya Mendesak Agar PT. PSU Ditutup Karena Merusak Lingkungan

Keberadaan PT. Pinang Sejati Utama (PSU) mulai dipertanyakan warga di sekitarnya, khususnya warga Kluet Tengah dan Kluet Utara, yang merasakan dampak langsung aktivitas perusahaan tambang tersebut.

Hal itulah yang memicu kemarahan massa rakyat, yang pada awalnya dipelopori oleh tokoh-tokoh masyarakat. Dengan menumpangi puluhan truk dan kendaraan bermotor, ratusan warga menggelar aksi protes di kantor Bupati Aceh Selatan.

Persoalan utama yang diangkat adalah pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran di Sungai Menggamat dan hujan debu di beberapa tempat.

Menurut koordinator aksi ini, Ali Hamzah, jalan sepanjang 13 kilometer antara kota Fajar dan Menggamat mengalami kerusakan parah akibat dilalui truk-truk perusahaan yang mengangkut biji besi.

“Karena kerusakan itu, maka aktivitas perekonomian warga menjadi terganggu,” tegasnya.

Ketika sampai di depan kantor Bupati, massa berusaha untuk bertemu langsung dengan Bupati. Akan tetapi, pihak kantor Bupati menyatakan bahwa Bupati sedang tidak berada di tempat.

Merasa kecewa dengan jawaban tersebut, massa berusaha untuk masuk kantor Bupati dan memastikan keberadaan sang bupati. Akhirnya, terjadi aksi dorong-dorongan antara massa rakyat dan polisi yang berusaha memasang blokade.

Merasa kecewa karena tidak bertemu dengan Bupati, ratusan massa rakyat ini kemudian bergerak menuju kantor DPRD Aceh Selatan. Massa menuntut agar pihak DPRD segera menggunakan hak interpelasi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Perjuangan itu tidak sia-sia, karena pihak DPRD akhirnya menyanggupi tuntutan tersebut. Meski mendapat jawaban yang cukup memuaskan, tapi warga tetap mengultimatum pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut