Warga Guji Baru Kembali Diskusikan Gerakan Pasal 33

Warga Guji Baru, kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, kembali menggelar diskusi untuk membedah “Gerakan Pasal 33”, Minggu (18/9). Diskusi ini merupakan kelanjutan dari diskusi reguler mingguan yang digelar oleh Persatuan Rakyat Jakarta.

Tampil sebagai narasumber diskusi ini adalah staff Kajian dan Bacaan Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Agus Pranata. Ia mengulas panjang lebar tentang gagasan-gagasan ekonomi dan pembangunan di era Bung Karno.

Katanya, pada masa Bung Karno itu, ada gagasan untuk membangun perekonomian secara mandiri dan dengan mengandalkan kemampuan sendiri. “Saat itu dikirim pemuda-pemuda Indonesia belajar di luar negeri untuk menimbah ilmu. Setelah kembali, mereka diharap yang akan mengolah sumber daya alam itu,” kata Agus.

Agus Pranata juga menganggap konsepsi pembangunan ekonomi di era Bung Karno sudah cukup bagus. Hanya saja memang banyak sekali persoalan, baik internal maupun eksternal, yang membuat banyak konsep itu terhenti di tengah jalan.

Rencana pembangunan ala Bung Karno itu benar-benar terhenti ketika Orde Baru berhasil mengambil-alih kekuasaan. Orde baru mulai mengembalikan selangkah demi selangkah sisa-sisa sistim ekonomi warisan kolonialisme.

Sekarang ini, di bawah rejim SBY-Budiono, kata Agus, perekonomian Indonesia sudah benar-benar kembali ke alam kolonialisme. “Neoliberalisme itu tidak berbeda jauh dengan kolonialisme. Kedua-duanya menginginkan perampasan sumber daya dan sumber kemakmuran dari negeri miskin,” katanya.

Agus pun mengajak warga Guji Baru berjuang keras untuk mewujudkan penerapan pasal 33 UUD 1945. “Gerakan ini akan mengembalikan rakyat sebagai pemilih sah atas tanah, perairan dan udara Indonesia,” tegasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut