Warga Desa Gurung Sengiang Protes PT. SHP

Perwakilan lima dusun di desa Gurung Sengiang, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menggelar aksi massa di kantor PT. Sumber Hasil Prima (SHP), Rabu (13/6/2012).

Menurut Aan, salah seorang warga, aksi ini merupakan bentuk protes atas kehadiran PT. SHP di daerah mereka. “Pihak perusahaan telah merampas lahan milik masyarakat,” katanya.

Warga berasal dari lima dusun, yaitu Laman Gunung, Nanga Mentibar, Melaku Kanan, Batu Bopong Hilir, dan Sungai Garung. Aksi warga desa ini dimulai dari halaman Pastoran kemudian bergerak ke kantor PT. SHP.

Warga menuntut pihak perusahaan segera mengembalikan lahan milik warga desa. Apalagi, tanah tersebut adalah tanah adat. Selain itu, warga juga menuntut ganti-rugi atas kerusakan tanaman di atas lahan yang dirampas tersebut.

Warga juga mengeluhkan adanya pencemaran akibat aktivitas PT. SHP. Menurut warga, limbah perusahaan sawit tersebut sudah mencemari sungai-sungai di sekitar pemukiman dan perkebunan warga.

Terkait aksi itu, pihak PT. SHP mengajak warga berdialog. Akan tetapi, dialog antara perusahaan dan perwakilan warga tidak menghasilkan keputusan konkret.

“Tadi, tidak ada keputusan konkret. Orang yang mewakili perusahaan mengaku tidak punya kapasitas mengambil keputusan,” kata Aan.

Akhirnya, pihak PT. SHP meminta warga untuk datang lagi pada tanggal 16 Juni 2012 mendatang. Menurut Aan, warga sendiri akan mempersiapkan mobilisasi besar-besaran pada tanggal 16 Juni tersebut.

Untuk diketahui, konflik warga desa Gurung Sengiang dengan PT. SHP bermula sejak tahun 2007 lalu. Saat itu, PT. SHP mengklaim lahan milik warga desa dan berkeinginan menanam sawit di atasnya.

Warga desa pun melakukan protes. Namun, meski mendapat perlawanan, pihak PT. SHP tetap melakukan survei. Bahkan, pada tahun 2011, pihak perusahaan mulai menggusur warga dari lahannya.

SUNDARI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut