Warga Banggai di Sulteng Tolak Pengoperasian Jalan Lingkar Tambang

Wargai Banggai yang tergabung dalam Front Potoutusan Tumpu Nu Lipu Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi tengah menolak pengoperasian jalan lingkar tambang di Kecamatan Kintom, Minggu (9/7/2017).

Penolakan pengoperasian jalan sepanjang 12 kilometer itu dilakukan dengan melakukan memblokir  menggunakan palang dan kendaraan trailer.

Warga menilai jalan pengganti yang menghubungkan akses pertambangan gas LNG Donggi Senoro tersebut dinilai tidak memberikan dampak kesejahteraan bagi warga sekitar.

“Sejak pengiriman LNG pertama tanggal 2 Agustus 2015 dari kilang DSLNG Uso, hingga hari ini rakyat di Kabupaten Banggai tidak mendapatkan apa-apa,” ujar koordinator lapangan aksi, Dedi Noho.

Menurutnya, semua masyarakat di Banggai harus dapat merasakan dan menikmati manfaat secara langsung sumber gas yang ada di daerahnya untuk kesejahteraan.

Mereka menuntut agar Persiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan tentang jatah gas di daerahnya dapat diolah secara mandiri dan meminta agar gas elpiji dapat disalurkan kerumah-rumah.

Selain itu, masa aksi juga menuntut agar ada pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan serta pengadaan jaringan listrik secara gratis bagi warga di sekitar tapak tambang sebagi kompensasinya.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Provinsi Sulawesi Tengah, Adi Prianto, menyatakan dukungannya terhadap aksi yang penolakan pengoperasian jalan lingkar tambang yang dilakukan  dilakukan oleh warga.

“Hak Partisipasi (Participating Interest) sebesar 10 persen bagi daerah penghasil tambang harus diberikan kepada warga  Banggai agar dapat berdampak pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Rudi Astika

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut