Vietnam: ASEAN Berumur 43 Tahun

HANOI: Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) genap berusia 43 tahun pada hari Minggu, dan sedang berpacu dengan waktu untuk mencapai tujuan komunitas ini di tahun 2015.

Tujuan utamanya adalah blok regional yang kuat, yakni dengan memperkuat komunitas yang didukung oleh pilar ketahanan regional, politik, ekonomi, dan budaya.

Cara untuk mencapai tujuan yang digariskan oleh piagam ASEAN, semacam peta jalan yang ditandatangani oleh 10 negara anggota; Laos, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Brunei, Filipina, Indonesia, Thailand, Singapura dan Vietnam, yang tahun ini memegang jabatan ketua secara bergiliran.

Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, telah menekankan kemajuan dalam pelaksanaan tujuan tersebut, terutama dampaknya terhadap stabilitas regional dan potensi pembangunan di masa depan.

Dengan posisi geografis yang strategis, ASEAN punya ruang untuk mempromosikan perdagangan di Asia Timur, dan memperoleh peran lebih menonjol di dunia, menikmati hubungan baik dengan negara-negara dengan sistem yang berbeda.

Hal ini mengharuskan adanya penghargaan atas kedaulatan negara lain, termasuk ketentuan yang melarang campur tangan dalam urusan internal negara anggota.

Tan Dung memuji upaya ASEAN, khususnya dalam hal interkoneksi internal, mempromosikan integrasi regional yang memungkinkan mereka dapat bertahan dari krisis global tanpa banyak kerusakan.

Namun, ada isu-isu yang tertunda, seperti keengganan dari beberapa negara untuk menghilangkan hambatan yang menghancurkan pasar umum.

Masalah lainnya adalah kebiasaan beretorika, karena setiap pertemuan pejabat senior, menteri luar negeri dan kepala negara dan pemerintah selalu berakhir hanya seruan yang sama untuk melaksanakan ketentuan untuk maju. (Sumber: Prensa Latina)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut