Venezuela Tutup Tahun 2011 Dengan Bagikan Rumah Baru Untuk Rakyat

Dimana ada kemauan, Di situ ada jalan. Begitulah pepatah populer mengajarkan kita tentang bagaimana berusaha. Pepatah itu sepertinya cocok untuk menggambarkan usaha pemerintahan revolusioner di Venezuela dalam perjuangannya menyediakan rumah layak bagi rakyatnya.

Akhir tahun ini, tepatnya 31 Desember 2011, pemerintah revolusioner Venezuela akan membagi-bagikan rumah. Selama setahun ini, ada 286.000 tempat tinggal yang dibangun di seluruh Venezuela. Rumah-rumah ini akan dibagikan kepada rakyat, khususnya mereka yang kehilangan rumah akibat banjir dan bencana alam.

Apa yang dicapai pemerintahan Chavez luar biasa. Di era pemerintahan sebelumnya, sering disebut Republik Keempat (1958-1998), mereka hanya sanggup membangun 91 ribu rumah untuk rakyat. Belum lagi, kualitas rumah yang dibangun pemerintahan Chavez jauh lebih baik dibanding Republik Keempat.

Tetapi, program perumahan ini belum tuntas. Usai merayakan tahun baru nanti, Chavez berencana kembali memimpin proyek pembangunan 200 ribu rumah baru untuk tahun 2012. Proyek ini diberi nama “Misi besar Vivienda Venezuela”. Misi ini bercita-cita membangun 2 juta rumah hingga tahun 2017.

Program ini mulai dirancang tahun 2001. Akan tetapi, program ini sempat tersendat, yakni ketika oposisi melancarkan kudeta dan boikot pada 2002-2003. Akhirnya, program ini bisa dimulai kembali pada tahun 2004. Saat itu, Presiden melaunching misi perumahan (mission vivienda). Sebagian besar dana untuk program ini diperoleh dari keuntungan minyak.

Bencana alam, khususnya banjir, sering mengintai Venezuela. Desember tahun 2010, misalnya, ratusan ribu orang korban banjir harus mengungsi di istana Presiden. Hal ini yang mendorong Chavez hendak “ngebut” dengan program perumahannya.

Karenanya, pada Februari 2011 lalu, Chavez pun meluncurkan misi baru: Misi besar Vivienda Venezuela. Program ini dibangun lima fase: sensus dan identifikasi keluarga yang tidak punya rumah atau tinggal di daerah rawan bencana; registrasi tanah; pendaftaran perusahaan konstruksi, baik nasional maupun internasional; pendanaan; dan suplai bahan baku dan perlengkapan.

Selain itu, program perumahan juga akan memindahkan penghuni pemukiman kumuh di bukit-bukit ke apartemen-apartemen baru yang dibangun pemerintah. Apartemen yang dibangun pun sangat unik, karena tanah yang biasa diperuntukkan untuk lahan parkir justru diubah menjadi lahan pertanian dan zona industri kecil untuk pengolahan kayu. “Semuanya itu dikelola oleh komune. Inilah model perumahan ala sosialis,” kata Chavez.

Sebagian besar program perumahan ini disokong oleh perusahan konstruksi Tiongkok (CITIC). Program ini juga didukung oleh negara lain seperti Belarusia, Brazil, Kuba, Iran, Rusia, dan Turki.

Begitulah, jika ada kemauan, maka pasti ada jalan. Chavez punya keinginan besar mensejahterakan rakyat, dan ia menemukan jalan untuk itu. Sangat berbeda sekali dengan Indonesia tercinta. Jangankan bicara kesejahteraan rakyat, agenda tutup tahun ditandai dengan represi dan pembantaian rakyat di mana-mana.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut