Venezuela Terdepan Dalam Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender

Wakil Presiden Institut Nasional Perempuan Venezuela (INAMUJER), Judith Lopez, menyatakan bahwa negerinya berada di barisan terdepan dalam penghapusan kekerasan berbasiskan gender.

Hal itu akan tercapai sepenuhnya, kata Judith, ketika Venezuela berhasil melikuidasi mode produksi kapitalis, yang sangat eksploitatif dan patriarkal, dan kemudian menggantikannya dengan sosialisme.

Judith menegaskan, perjuangan perempuan Venezuela bukanlah melawan pasangan seksualnya, melainkan melawan sistem kapitalime. “Laki-laki juga menjadi korban kapitalisme,” kata Judith saat Konferensi Pers, di Caracas (7/3/2012).

Dia mengatakan, tahun ini INAMUJER akan didorong sebagai pelaksana kebijakan publik atas nama Departemen Perempuan dan Keseteraan Gender. Selain itu, kata Judith, keberadaan 44 pengadilan sangat membantu mencegah kekerasan berbasis gender di negerinya.

Ia juga mengatakan, akhir tahun lalu Kementerian Publik menciptakan Direktorat khusus melawan kekerasan terhadap perempuan, di Caracas, Ibukota Venezuela, dengan menunjuk Inamujer sebagai koordinatornya.

Di selatan negara bagian Amazonas berdiri Institute Kotamadya untuk mengurus perempuan pribumi dan membangun 4 tempat penampungan untuk perempuan korban kekerasan.

Inmujer juga menangani remaja agar terhindar dari kehamilan dini dan membantu mereka yang telah melahirkan. “Kami telah berhasil memasukkan  952 dalam sistim pendidikan,” katanya.

Ia juga menambahkan, Institut perempuan ini telah bekerja di dalam dewan-dewan komunal, terutama di komunitas tertinggal, dimana mereka melakukan perjalanan untuk melakukan vaksinasi, menjaga kesehatan, dan mengurus kartu identitas.

Dukungan pemerintah Venezuela juga diberikan dalam bentuk pembangunan Bank Khusus Perempuan (BANMUJER).

Chavez sendiri pernah mengatakan, “problem pembebasan perempuan adalah problem pembebasan rakyat, dan problem kesetaraan perempuan adalah problem kesetaraan rakyat.”

Venezuela, sejak tahun 2007, sudah punya UU Hak Perempuan Untuk Hidup Bebas Dari Kekerasan. UU sangat membantu Venezuela dalam mengurangi kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, UU ini juga memudahkan kaum perempuan untuk mengakses pengadilan.

Pada tahun 2009, kantor Kejaksaan telah menerima 101.750 kasus kekerasan. Di masa lalu, banyak kekerasan terhadap perempuan tidak terlaporkan. Pada tahun 2004, misalnya, ada 3000 kasus perempuan dibunuh oleh pasangannya. Saat itu, banyak perempuan yang tidak berani atau tidak punya daya untuk melaporkan kekerasan yang diterimanya.

Dengan berdirinya pengadilan khusus untuk kekerasan terhadap perempuan, tingkat pelaporan terkait kekerasan berbasis gender pun meningkat. Banyak perempuan yang mulai berani melaporkan kekerasan yang menimpa dirinya.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut