Venezuela Terapkan Konsep “Pemerintahan Jalanan”

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, memberikan salam kepada Rakyatnya.

Presiden Venezuela yang baru, Nicolas Maduro, punya gebrakan penting untuk membuat pemerintahannya bisa berjalan efektif, efisien, dan merespon persoalan-persoalan rakyat.

Gebrakan tersebut disebut “pemerintahan jalanan”. Di bawah konsep ini, semua pejabat pemerintah (Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri-Menteri) turun ke bawah, bertemu dengan rakyat, berdiskusi dengan mereka, dan menyerap usulan dari rakyat.

Di sini, pejabat negara, termasuk Presiden dan Wakilnya, mendatangi serikat-serikat, komunitas, majelis kerakyatan, melakukan pengecekan langsung di lapangan, mengunjungi rakyat dari rumah ke rumah, untuk mengenali persoalan rakyat dan mendiskusikan penyelesaiannya.

Memang, salah satu janji Nicolas Maduro saat dilantik menjadi Presiden adalah membuat pemerintahannya ke tengah-tengah rakyat dan menyerap masukan dari akar rumput. Pertemuan dengan rakyat ini disebut “dialog Bolivarian”.

“Kami mulai daru sini, pada tanggal 28 Mei 2013, sebuah fase yang lebih mendalam dari pemerintahan jalanan, yaitu mendatangi rakyat dari rumah ke rumah,” kata Presiden Maduro saat mengunjungi keluarga Rodriguez Gago, di Barcelona city.

Menurut Maduro, pemerintahan jalanan ini juga merupakan upaya memperkuat kekuatan rakyat. Lagi pula, kata dia, konsep ini merupakan salah satu warisan dan ajaran dari Comandante Hugo Chavez mengenai model “kepemimpinan kolektif”.

Dengan mengenali keadaan, kata Maduro, pemerintahan revolusioner Republik Bolivarian bisa menutup setiap lubang kelemahan dari revolusi sekaligus untuk menghadirkan sosialisme yang nyata.

Sejauh ini, pemerintahan Bolivarian sudah mengunjungi sejumlah tempat, seperti Zulia, Miranda, Tachira dan Barinas. Di negara bagian Zulia, pemerintah mendapat masukan seputar persoalan pendidikan, olahraga, infrastruktur, dan produksi sosial.

Di negara bagian Miranda, pemerintah melakukan 290 aktivitas kunjungan dan menyerap 135 proposal yang mendesak dari penyelesaian persoalan rakyat.

Di negara bagian Barinas, Maduro melakukan 72 kegiatan, termasuk 33 pengecekan lapangan dan 29 Majelis Kerakyatan.

Pada tanggal 6 Juni mendatang, Maduro bersama anggota pemerintahannya akan menghadiri Majelis Kerakyatan yang menghadirkan 13,000 jubir-jubir komunitas.

Hasil dari berbagai pertemuan, dialog, dan masukan dari akar rumput ini akan dibahas oleh tim pemerintah. Selain itu, proses pembahasan juga akan melibatkan partisipasi gerakan sosial, kekuatan revolusioner dan rakyat yang terorganisir.

Bagi Maduro, pemerintahan jalanan ini adalah bagian dari fase baru dalam revolusi Bolivarian, yaitu revolusi di dalam revolusi. “Saya datang ke sini untuk mengubah segalanya, dengan revolusi di dalam revolusi, sesuai dengan mimpi Comandante Hugo Chavez,” kata Maduro.

Salah satu musuh terbesar revolusi Bolivarian saat ini, kata dia, adalah birokratisme dan kelambanan merespon persoalan rakyat. Dengan pemerintahan jalanan, Presiden Maduro berharap penyakit birokratisme dan kelambanan bisa dibabat habis.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut