Venezuela Kembali Naikkan Upah Minimum 30%

Presiden Venezuela, Hugo Chavez, kembali berencana menaikkan upah minimum negeri itu sebesar 32,25% pada 1 Mei mendatang. Konon, kebijakan ini akan berdampak langsung kepada 3 juta keluarga di Venezuela.

Chavez menjelaskan, kenaikan upah itu akan berlangsung dalam dua tahap dan masing-masing naik 15%. Kenaikan 15% pertama direncanakan pada Mei mendatang, yang akan menaikkan rata-rata upah dari 1.548 bolivar ($ 360) per bulan menjadi 1,780.45 bolivar (sekitar $ 418).

Kenaikan kedua direnacakan pada bulan September, dimana upah minum di Venezuela menjadi 2,047.52 bolivares ($476). Dengan demikian, kenaikan upah minum Venezuela menjadi 32,25%.

Dengan kenaikan upah ini, maka Venezuela menjadi negara dengan upah minimum tertinggi di Amerika Latin. Ditambahkan bantuan pemerintah berupa voucher makan, dan manfaat lain yang diterima rakyat dari kebijakan sosial pemerintah, maka total upah yang diterima pekerja Venezuela perbulan mencapai 700 dollar AS.

Untuk membayar kenaikan upah ini, kata Chavez, pemerintah Venezuela membutuhkan anggaran sebesar 20.050.678 bolivar, atau setara dengan 4 milyar dollar. Dan, semua anggaran itu rencananya didapatkan dari pendapatan minyak dan pajak.

“Kebijakan yang menguntungkan kaum buruh adalah bagian dari kebijakan redistribusi pendapatan nasional, guna mencapai kesetaraan secara subtantif,” kata Hugo Chavez.

Selama tahun 80-an dan 90-an, kenaikan upah minimum di Venezuela dibekukan oleh pemerintah sayap kanan. Akibatnya, inflasi melonjak di atas 100% pertahun.

“Di tahun 1999, ketika kami berkuasa, 65% dari mereka yang bekerja di sektor formal mendapat upah minimum. Sementara pada tahun 2010, 21% pekerja mendapat upah minimum. Angka ini sangat signifikan untuk mengukur evolusi revolusi,” kata Chavez.

Belum lagi, Venezuela telah memperluas pemberian uang pensiun kepada mereka yang diluar sektor publik, yakni kepada lansia, pahlawan olahraga, petani, dan nelayan. Belum lagi sejumlah misi sosial yang diberikan langsung kepada rakyat.

“Setiap tahun, tanpa gagal, revolusi selalu menaikkan upah minimum, sebagai cara membangun keadilan sosial yang solid. Inilah mengapa Venezuela menjadi salah satu negara dengan tingkat ketidaksetaraan paling kecil di seluruh dunia,” kata Chavez.

Setiap tahun, pemerintahan sosialis Venezuela selalu menaikkan upah minimum. Rata-rata kenaikannya pun tidak kecil: rata-rata di atas 20%. Pada tahun 2011, misalnya, Venezuela juga menaikkan upah minimum sebesar 26,5%.

Jika diperbandingkan antara upah buruh di Indonesia dengan di Venezuela, maka tentu upah buruh Indonesia tertinggal jauh dari upah kaum buruh di Venezuela. Jika dirupiahkan, upah minimum pekerja di Venezuela berkisar Rp.4.200.000. Angka ini hampir tiga kali dari upah minimum buruh di Jakarta.

Belum lagi, jika ditambah dengan voucher makanan dan insentif lain, maka total upah buruh di Venezuela mencapai Rp6.300.000. Itu berarti lebih dari empat kali lipat upah buruh di Jakarta.

Untuk diketahui, harga bahan makanan di Venezuela juga murah. Pemerintah memberlakukan UU harga adil untuk mengatur harga barang agar tetap dijangkau rakyat. Venezuela juga mendirikan toko-toko sembako murah yang disubsidi pemerintah di seantero negeri.

Ini patut jadi contoh bagi Indonesia. Di Venezuela, rakyat tidak harus menggelar demonstrasi untuk kenaikan upah. Tetapi, pemerintahan yang berhaluan kiri-sosialis ini lansung yang menaikkan upah. Kenapa demikian? Karena pemerintahan di Venezuela adalah pemerintahan kerakyatan.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut