Venezuela Naikkan Upah Buruh 50 Persen

Meski masih berjibaku dengan situasi ekonomi yang buruk, pemerintah Venezuela tetap menaikkan upah buruh sebesar 50 persen. Kenaikan tersebut efektif berlaku sejak tanggal 1 Juni 2017.

Keputusan itu diumumkan langsung oleh Presiden Nicolas Maduro pada hari Minggu (1/7/2017) lalu. Dengan keputusan itu, upah buruh Venezuela naik dari 65.021 bolivar menjadi 95.531 bolivar.

Selain upah, pemerintah juga mengumumkan subsidi makanan untuk pekerja sebesar 153.000 bolivar. Dengan demikian, setiap bulannya buruh Venezuela akan mengantongi 250.531 bolivar.

Kenaikan upah ini berlaku untuk semua lapisan buruh, termasuk pegawai pemerintah, tentara, polisi, guru, perawat, dosen, pemadam kebakaran dan pensiunan.

Untuk diketahui, kenaikan upah ini merupakan yang ketiga sepanjang tahun 2017 ini.

Banyak pihak menuding keputusan Presiden Maduro itu untuk meredam aksi demonstrasi oposisi yang makin meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, pemerintah Venezuela mengklaim kenaikan upah itu untuk menyelamatkan nasib buruh Venezuela yang terhimpit oleh laju implasi yang meroket.

“Kami butuh Majelis Konstituante untuk melindungi dan menciptakan pekerjaan yang berguna dan stabil bagi negara dan keluarga Venezuela,” kata Maduro.

Disamping kebijakan upah, Presiden Maduro juga mengambil langkah-langkah ekonomi untuk mengatasi perang ekonomi yang dilancarkan oposisi, seperti spekulasi, penyelundupan, dan penimbunan bahan pokok.

Disamping itu, pemerintahan Maduro bertekad memajukan program sosial yang sudah dinikmati oleh rakyat Venezuela, seperti Mission Mercal (misi penyediaan pangan yang disubsidi); misi kesehatan (barrio adentro dan sonrisa); misi perumahan (La Gran Misión Vivienda); dan misi pendidikan (simoncito: pendidikan dasar, Robinson: pendidikan melek huruf, Ribas: pendidikan lanjutan, dan Sucre: pendidikan universitas).

Memang, sejak April lalu, Venezuela diguncang demonstrasi besar kelompok oposisi. Setidaknya 80-an orang tewas akibat aksi protes berujung kekerasan itu.

Guna meredam ketegangan politik itu, pemerintahan Maduro telah menggelar Majelis Konstituante untuk menulis ulang Konstitusi Bolivarian.

Namun, tidak sedikit pendukung  Chavez yang tidak setuju dengan Majels Konstituante itu. Sebab, bagi mereka, perombakan konstitutusi sekarang menghianati warisan Chavez. Bagi mereka, konstitusi Bolivarian tahun 1999 merupakan salah satu konstitusi paling progressif di dunia.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut