Venezuela Naikkan Gaji Guru Sebesar 50 Persen

Nicolás-Maduro (2)

Pemerintahan revolusioner Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro mengumumkan kenaikan gaji sebesar 50 persen untuk 713,231 guru seluruh Venezuela.

Keputusan tersebut diumumkan hari Selasa (19/5), setelah berbulan-bulan negosiasi dengan Federasi Guru Venezuela (FMV) dan serikat guru lainnya. Kenaikan gaji ini akan mulai berlaku pada bulan Juni tahun 2015.

“Guru adalah harta negara karena mereka bertanggung jawab untuk masa depan anak-anak,” katanya.

Ia juga menegaskan, kenaikan gaji guru ini, yang sudah diajukan sejak awal bulan ini, merupakan bagian dari langkah-langkah ekonomi pemerintah untuk memerangi “sabotase ekonomi” yang dilancarkan oleh sayap kanan.

“Aku akan terus mempertahankan upah minimum dan akan terus membelanya […] untuk seluruh pekerja sektor publik juga,” kata Presiden berhaluan sosialis tersebut melalui sebuah program televisi reguler.

Lebih lanjut, Maduro mengatakan, “saya menyerukan agar membela hak untuk pendidikan, dari pihak-pihak yang hendak mensabotasenya karena alasan politik.”

Dia mengingatkan, sistim pendidikan Venezuela dirancang untuk melindungi guru-guru atas kontribusi dan pengabdian mereka kepada masyarakat.

Selain mengumunkan kenaikan gaji, Maduro berjanji akan membayarkan gaji pensiun seluruh guru-guru pensiunan di Venezuela. Di tahun 2014, sebanyak 39 ribu dari 85 ribu guru pensiunan sudah dibayarkan gaji pensiunannya. Sedangkan sisanya akan dibayarkan di tahun 2015 ini.

Tahun ini, pemerintah Venezuela menjadikan isu pendidikan sebagai prioritas utama rencana pembangunan. Sebanyak 6,9 persen produk domestik bruto (PDB) negeri berhaluan sosialis ini digelontorkan untuk mendanai pendidikan dan pengembangan teknologi.

Langkah pemerintah ini mendapat apresiasi dari Perhimpunan Pekerja Sosialis Bolivarian (CSBT). Menurut Sekjen CSBT, Wills Rangel, langkah tersebut membuktikan bahwa “revolusi bolivarian menjamin hak sosial dan normatif seluruh pekerja.”

Sebelumnya, para guru yang tergabung dalam FMC menggelar pemogokan untuk menuntut kenaikan gaji. Mereka mengklaim melibatkan 75 persen guru seluruh negeri. Namun, Kementerian Pendidikan Venezuela juga mengklaim bahwa 99 persen sekolah tetap buka saat pemogokan tersebut berlangsung.

Kelompok oposisi Venezuela dan media sayap kanan segera mengolah pemogokan itu untuk mendiskreditkan pemerintah. Mereka berupaya mengkooptasi tuntutan para pemogokan dengan tuntutan politik mereka.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut