Venezuela Mewakili ‘Harapan’ Di Tengah Krisis Kapitalisme

Juan Manuel Sánchez Gordillo, seorang dosen sejarah, perwakilan Partai Persatuan Kiri (United Left Party) di parlemen Spanyol dan Walikota Marinaleda di Andalusia, Sevilla, saat ini sedang mengunjungi Venezuela untuk pertama kalinya dalam rangka solidaritas dengan proses di Venezuela.

Selama berada di Venezuela ia telah diwawancarai di program Televisi negara. Ia berbicara pada berbagai saluran media komunitas dan berbagai forum untuk berbagi dan memperdebatkan ide-ide sosialis, serta memperkenalkan kemajuan yang dicapai pemerintahannya di Andalusia, dimana ia pertama kali terpilih pada 1979.

Ia terpilih kembali setelah 32 tahun berkuasa berkat kebijakan perumahan dan penciptaan lapangan kerja penuh, kebijakan pertanahan radikal, demokrasi kerakyatan dan menerapkan kebijakan sosial bagi kaum miskin. Sekarang ini, Gordillo juga sedang mengembangkan “kolektif kerakyatan” sebagai bentuk alternatif terhadap organisasi buruh lokal dan serangkan inisiatif pertanian untuk mendorong kedaulatan pangan. Setelah melewati krisis keuangan dengan “lebih baik” dibanding wilayah Spanyol lainnya, banyak rakyat melihat kemajuan pengalaman Marinaleda sebagai alternatif terhadap kebijakan penghematan (austerity). Beberapa delegasi Venezuela juga berkunjung ke kota sosialis ini pada tahun 2011 untuk bertukar ide mengenai sosialisme, kedaulatan ekonomi lokal dan demokrasi partisipatif.

Di Venezuela, Gordillo sangat vokal mengeritik apa yang disebutnya sebagai “sifat tidak manusiawi yang inheren di dalam sistim kapitalisme, demokrasi “bipartisan” dan upaya Uni Eropa memprioritaskan kebijakan penghematan (austerity) untuk keuntungan institusi perbankan dengan mengorbankan rakyat. Walikota ini juga menyampaikan bahwa sebuah kawasan perumahan sedang dibangun dan akan diberi nama Hugo Chavez dan Revolusi Bolivarian.

“Kami berjuang karena sebab yang sama dan berjuang untuk tujuan yang sama,” katanya.

Di bawah ini hasil terjemahan Venezuelanalysis atas wawancara dari VTV,  Correo del Orinoco dan La Radio del Sur, dimana Gordillo berbicara tentang relevansi Amerika Latin, khususnya Venezuela, untuk perjuangan saat ini di Eropa.

VTV: Bagaimana anda mengevaluasi situasi saat ini di Venezuela dan negara Amerika Latin dan Karibia lainnya seperti Bolivia, Ekuador, Argentina dan Kuba, yang saat ini disatukan dalam perjuangan melawan model kapitalisme dan bagaimana mereka menyajikan Chavez di Spanyol?

Gordillo: Wow, koran borjuis menggambarkannya sebagai seorang diktator, setan. Tetapi di sini ada pepatah yang berlaku, “biarkan anjing menggonggong karena kita akan berlalu” (“ladran, luego cabalgamos”). Anda tahu, jika musuh anda berbicara buruk tentang anda, berarti anda telah melakukan yang benar. Saya berfikir sekarang, Venezuela, Bolivia, dan Ekuador adalah harapan bagi seluruh dunia.

Itulah mengapa dalam pemilu Venezuela 7 oktober mendatang, anda (rakyat Venezuela) bukan hanya memberi suara untuk kebebasan, rakyat melawan kapitalisme, tetapi juga memilih ‘harapan’, utopia. Kaum memberi suara agar sumber daya alam venezuela melayani rakyat. Saya percaya di sini ada jutaan orang dengan suaranya dan harapan bahwa Chavez akan menang, baik di negara berkembang maupun di negara kapitalis maju. Anda dapat pergi ke Amerika Serikat di mana ada 30 juta orang yang tidak memiliki akses ke perawatan medis, atau 40 juta yang tidak memiliki rumah dan mereka hidup di jalanan. Atau pergi ke Eropa, setiap tempat di Eropa, ada orang yang tidur di jalanan, ribuan orang di kota-kota. Itulah mengapa aku mengatakan ini (Venezuela) mewakili harapan. Saya jujur percaya bahwa kita sedang berada di momen historis dengan krisis sistimik kapitalisme, sebuah krisis yang mendalam dan berkepanjangan di dalam sistem. Anda (Venezuela) adalah harapan dan cahaya di tengah semua krisis ini, yang mana kami kaum revolusioner di seluruh dunia menyaksikan hal ini, dan rakyat bermimpi akan dunia yang lebih baik.

Terkait keberpihakan media, saya mempertahankan pendapat bahwa selama klas bermilik (terrateniente) masih bertahan, maka “media klas” akan berada di tangan mereka. Ada empat atau lima perusahan multinasional yang mengontrol kabar di seluruh dunia, dimana mereka memutuskan apa yang ada (boleh) dan tidak. Mereka membela sebuah wacana, yaitu wacana tunggal. Kami adalah duta yang aktif dan pendukung revolusi Bolivarian, yang mana kami mendukung dengan perjuangan kami. Karena bentuk terbaik dari solidaritas adalah perjuangan melawan musuh bersama, yaitu imperialisme ekonomi.

Correo del Orinoco: bagaimana menurut anda signifikansi kehadiran ALBA?

Melalui ALBA sebuah bentuk perdagangan sedang dibangun adalah krusial, agar bisa bertahan di tengah gempuran bisnis besar yang dipaksakan oleh imperialisme ekonomi.

Fakta bahwa setiap negara saling membantu untuk mencapai kesejahteraan komunal (bersama) adalah inisiatif revolusioner yang sangat mengesankan. Inilah yang disebut sebagai “internasionalisme proletar” atau pemahaman filosofis dan solidaritas. Pengalaman ALBA menggambarkan bahwa model ekonomi alternatif adalah mungkin.

La Radio del Sur: Bagaimana Amerika latin, khususnya Venezuela, dalam pandangan di negeri anda?

Saya pikir saat ini dipandang sebagai seberkas cahaya, karena saat ini di Venezuela, Bolivia dan Ekuador, anda telah merebut sesuatu yang penting, yakni kedaulatan. Saya menganggap imperialisme sebagai pencuri kedaulatan rakyat dan bangsa. Dan anda menghentikannya. Anda memutuskan hubungan sepenuh-penuhnya dengan IMF, gua Ali-Baba, dan anda memutuskan bahwa ekonomi anda dan sumber daya anda adalah untuk anda. Mereka diambil alih oleh perusahaan multinasional, sebetulnya rakyat yang terambil-alih. Di sini, ada mengembalikan konsep “Rakyat”. Anda mencoba berjalan dengan arah yang berbeda dan ini adalah titik referensi konkret untuk rakyat agar lepas dari kapitalisme. Itulah mengapa pengalaman Marinaleda juga sangat penting, dan itulah mengapa Venezuela juga penting, yakni bahwa kita butuh titik acuan yang konkret (sumber inspirasi).

Tentu saja, pengalaman keduanya ada yang cacat dan gagal, sebab tidak ada yang benar-benar sempurna. Tetapi Venezuela ingin menciptakan sebuah sistem ekonomi dimana manusia menjadi pusat ekonomi, dimana kekuatan ekonomi mematuhi kekuatan politik, di dimana mereka menciptakan apa yang disebut Che Guevara sebagai “Manusia Baru”, dengan nilai-nilai baru, dimana yang terpenting adalah tidak membebek pada uang, melainkan “kemurahan hati” dan solidaritas di dalam kemanusiaan.

Rachael Boothroyd – Venezuelanalysis.com

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut