Venezuela Luncurkan Sistem Nasional Budaya Kerakyatan

Menteri Kebudayaan Venezuela, Francisco Farruco Sesto, mengumumkan lahirnya Sistem Nasional Budaya Kerakyatan Venezuela (SNCP), pada hari Rabu lalu (4/5), sebagai upaya nasional untuk mendorong pengembangan budaya kerakyatan dan para senimannya.

Upaya nasional untuk menyatukan dan mendukung seniman budaya kerakyatan Venezuela ini diumumkan pertama oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez, pada tanggal 28 Februari tahun ini. Pemerintahan Chavez telah mengalokasikan sekitar 300 juta bolivars (69.700.000 $ AS, atau lebih dari enam ratus miliar rupiah_pent) untuk upaya-upaya awal.

“Proyek ini tentang akar,” tegas Sesto. “Ini adalah tentang identitas, kekinian, dan tentang mimpi untuk masa depan. Ini tentang penciptaan yang dibutuhkan. ”

Berbicara dari Pusat Studi Amerika Latin Rómulo Gallegos (CELARG) Venezuela, di pusat kota Caracas, Menteri Sesto mengundang semua anggota komunitas dari beragam budaya Venezuela untuk bergabung dengan sistem nasional baru ini. Secara khusus ia menyebut para seniman yang upaya-upayanya dibiayai publik dan/atau oleh lembaga-lembaga lain, anggota komunitas seni partikelir atau swasta, mereka yang terlibat dalam kelompok-kelompok seni, kolektif, dan lain-lain

Menteri Sesto juga menguraikan pendekatan Sistem Nasional Budaya Kerakyatan ‘untuk mendukung “penciptaan budaya”. Ia menggambarkan enam (6) bidang pengembangan budaya yang menjadi fokus SNCP, yaitu: 1) Mentransfer pengetahuan budaya dan tradisi di antara rakyat Venezuela; 2) Penguatan akar budaya dan identitas bangsa; 3) Membuat kelompok-kelompok budaya yang terabaikan di masa lalu untuk lebih terlihat ke seluruh masyarakat; 4) Penyelenggaraan pameran, pertunjukan, pemajangan, dll; 5) Mendorong dukungan ekonomi bagi para seniman di lapangan budaya kerakyatan, dan 6) Mendukung seniman yang menghadapi kesulitan ekonomi dan/atau persoalan yang berhubungan dengan kesehatan.

Sesto menjelaskan, bahwa dari 300 juta bolivar yang tersedia, Sistem Nasional Budaya Kerakyatan “melarang” sedikitpun dana tersebut digunakan oleh “pejabat pemerintah.” Sesto menegaskan bahwa sumber daya tersebut”digunakan langsung untuk penciptaan. Dengan sumber daya ini kita tidak akan membeli logistik – tidak, ini adalah untuk para pencipta, para penafsir, dan para protagonis, “jelasnya.

Menurut Kantor Berita Venezuela (AVN), dalam Kabinet Budaya negeri terdapat Departemen Budaya yang saat ini beroperasi di seluruh 23 negara bagian di Venezuela. Kantor-kantor mereka tersedia untuk pendaftaran seniman budaya kerakyatan yang tertarik berpartisipasi dalam jaringan budaya baru.

Selain itu, menurut Wakil Menteri Budaya Pembangunan Manusia, Saulibeth Rivas, Departemen Kebudayaan sedang mengembangkan sebuah website untuk membuka komunikasi langsung antara seniman Venezuela dengan lembaga-lembaga budaya bangsa. Juga bagi seniman untuk menyampaikan umpan balik tentang keberhasilan atau kegagalan sistem ini.

Berbicara pada stasiun radio Caracas berbasis ALBA Ciudad 96,3 FM, Presiden Pusat Musik Nasional Venezuela, Barbarito Fidel, menyebut Sistem Nasional Budaya Kerakyatan sebagai “stimulus bagi organisasi sosial di bidang budaya.” (Reardon Juan) Sumber: Venezuela Analysis

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut