Venezuela: Konsolidasi Revolusi

Menteri Luar Negeri Venezuela, Elías Jaua, berada di India pada minggu ketiga bulan Desember untuk sebuah kunjungan resmi. Selama kunjungannya, Jaua mendiskusikan rencana meningkatkan kerjasama bilateral antara kedua negara. Untuk diketahui, India merupakan pembeli terbesar ketiga minyak mentah Venezuela, sedangkan Venezuela merupakan mitra dagang terbesar India di Amerika Latin.

Jaua, mantan profesor sebuah Universitas, sangat dekat dengan komandante Hugo Chavez dan menjabat sebagai Wakil Presiden dari 2010-2012. Kunjungan Jaua ke India dilakukan setelah kemenangan mengesankan partai berkuasa, Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV), dan sekutunya dalam pemilu daerah pada 8 Desember 2013.

Berikut ini adalah wawancara Jaua dengan Frontline:

Frontline (FL): Hasil pemilu lokal nasional baru-baru ini sangat positif bagi partai berkuasa.

Jaua: Sayap kanan lokal dan internasional selalu menghujani dengan teori bahwa meninggalnya komandante Hugo Chavez akan menandai akhir dari Revolusi Bolivarian. Jadi, ketika pemilu Presiden berlangsung di bulan untuk memilih orang yang akan menggantikan Chavez, mereka sangat terkejut dengan kemenangan Nicolas Maduro.

Memang benar bahwa pemilu itu dimenangkan dengan margin yang sangat tipis, tetapi jelas ini memperlihatkan kekuatan dari gerakan yang dibangun oleh Presiden Chavez. Pihak oposisi membalas kekalahan itu dengan melancarkan serangan sangat ganas terhadap Maduro dan pemerintahan. Mereka melancarkan sebuah perang ekonomi, yang memicu menghilangnya barang-barang kebutuhan pokok. Mereka menciptakan gelembung keuangan untuk menyerang sistem mata uang dan mencoba untuk menggambarkan pemilihan kota sebagai sebuah referendum. Mereka mengatakan, jika partai berkuasa PSUV tidak mendapatkan suara terbanyak, itu berarti bahwa Presiden Maduro harus mengundurkan diri.

Pada tanggal 8 Desember lalu, kami memenangkan 70% dari seluruh kotamadya. Kami memenangkan 270 dari 320 kotamadya. Dan bila kami menambahkan semua suara yang terbuang, kami memenangkan 55% suara dan sayap kanan hanya mendapat 45%. Sehingga, seperti Presiden Maduro katakan, kami memenangkan pemilihan kotamadya dan memenangkan referendum sebagaimana yang diajukan oleh oposisi untuk negeri. Itu merupakan kemenangan besar bagi perdamaian dan stabilitas. Dan sekarang kami berjuang menghadapi tantangan ekonomi berat yang terbentang di hadapan kami.

FL: seberapa yakin pemerintah bisa menemukan solusi untuk persoalan-persoalan ekonomi?

Masalah ini sebetulnya hasil rekayasa (artifisial). Ironisnya, impor Venezuela sebagian besar adalah barang untuk konsumsi. Jadi, bagi mereka yang ingin merusak revolusi terutama dengan menyerang nilai tukar dollar terhadap Bolivar [ mata uang Venezuela]. Dan, mereka berhasil secara artifisial memanipulasi nilai tukar. Karena harga barang dipatok dengan dollar, maka barang-barang kebutuhan pokok menjadi mahal. Oleh karena itu, kami harus bisa menghentikan kelompok yang bertanggung-jawab menciptakan gelembung ini dengan dollar. Dengan penciptaan sistem nilai tukar yang baru, yang mulai diterapkan di bulan Januari, persoalan ini akan terpecahkan di pertengahan 2014. Kami sudah menerapkan sejumlah rencana untuk menaikkan kapasitas produksi negara.

FL: Isu lain yang terkait dengan pemilih adalah hukum dan ketertiban..

Hukum dan ketertiban serta meningkatnya angka kejahatan adalah masalah yang seluruh masyarakat bisa hadapi. Beberapa masyakat lebih mampu menahan tingkat kejahatan. Kami menerapkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi masalah ini. Kami melakukan reformasi kepolisian dengan menciptangkan Angkatan Kepolisian Nasional yang baru. Kami memberi pelatihan Universitas untuk polisi yang baru direkrut. Pemulihan yang baik bagi angkatan kepolisian dengan memberi mereka peralatan yang baik. Kami juga menerapkan kebijakan yang disebut “untuk hidup dan perdamaian”. Penekanannya adalah membuat langkah pencegahan untuk membantu memulihkan suasana hidup damai secara berdampingan di sektor berpendapatan rendah. Ini termasuk mensponsori berbagai kegiatan olahraga dan kebudayaan, dan menyediakan lapangan kerja bagi kaum muda. Langkah-langkah kami ambil untuk memastikan anak-anak terdaftar di sekolah. Sehingga, kami yakin bahwa secara progressif kami mampu untuk memeriksa masalah kejahatan ini.

FL: Apakah amerika serikat masih berusaha mendestabilisasi Venezuela?

Amerika Serikat akan terus mendukung oposisi di Venezuela. Pejabat-pajabat penting di Departemen Luar Negeri AS masih memelihara kerjasama dengan kelompok ultra sayap kanan untuk memicu kekerasan di Venezuela. Seringkali, Departemen Luar Negeri AS membuat pernyataan yang terang-terangan sangat intervensionis. Ini adalah hambatan untuk menghalangi kami untuk membuat hubungan normal dengan AS.

FL: Bagaimana gagasan integrasi Amerika Latin dan Karibia terbentuk?

Pada tanggal 17 Desember lalu, kami menyelenggarakan sebuah pertemuan yang diikuti oleh 20 negara yang merupakan anggota Aliansi Bolivarian untuk Amerika (ALBA) dan dua pengelompokan yang lebih luas, yakni ECO-ALBA dan Petrocaribe. Petrocaribe awalnya hanya sebuah skema energi dan sekarang kami bersiap untuk integrasi ekonomi. Negara-negara ini mewakili 120 juta penduduk dengan banyak sumber daya, seperti air, mineral, dan tanah yang subur. Kami memiliki koordinasi dengan blok regional Mercosur. Venezuela saat ini Presiden sementara Mercosur. [ Mercosur adalah blok perdagangan yang melibatkan Brazil, Argentina, Uruguay, Paraguay, dan Venezuela. Bolivia menjadi negara anggota di bulan Desember 2012]

Jika kami berbicara mengenai penduduk di tiga pengelompokan ini, mungkin lebih dari 400 juta orang. Kita juga akan bicara sumber daya minyak terbesar dunia, penghasil gas terbesar, air, keanekaragaman hayati dan mineral strategis yang terkonsentrasi di wilayah ini. Sehingga, hari ini, dibanding dengan sebelumnya, impian komandante Chavez untuk punya ruang ekonomi sendiri menjadi kenyataan. Disamping pengelompokan ekonomi, kami punya pengelompokan politik, seperti Perhimpunan Negara-Negara Amerika Selatan (Unasur) dan Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC). CELAC hari ini dipimpin oleh Kuba.

FL: Venezuela sedang berusaha mendiversifikasi hubungan ekonominya dengan memindahkan fokusnya ke Asia. Seberapa kuat hubungan Venezuela dengan India?

India mewakili pasar terbesar ketiga untuk ekspor minyak Venezuela setelah AS dan Tiongkok: 130 juta barel minyak dijual ke India tahun ini. Dalam pertemuan bilateral kami di New Delhi, Presiden Maduro menegaskan hubungan energi yang lebih jauh. Kami datang ke India dengan membawa pesan politik dan klas bisnis bahwa Venezuela merupakan sumber pasokan energi yang aman. Di samping itu, di venezuela kami juga punya perusahaan patungan antara PDVSA (perusahaan minyak negara) dan perusahaan-perusahaan India. Empat ribu barel per hari diproduksi oleh perusahaan patungan ini. Sebuah kesepakatan telah ditandatangani untuk membuka blok baru dan pembangunan kilang Nafta. Nafta yang dihasilkan akan diekspor ke India. Di sini ada lingkup untuk masa depan kerjasama energi antar kedua negara.

FL: Apakah hubungan dengan tetangga (Kolombia) akan diperbaiki? Apa prospek perundingan damai yang sedang berlangsung antara pemerintah Kolombia dengan FARC [Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia]?

Hubungan kami dengan pemerintah Kolombia saat ini sangat baik. Venezuela merupakan stakeholder penting dalam perundingan damai antara pemerintah Kolombia dengan FARC. Pemerintah dan rakyat Kolombia meletakkan konflik ini di belakang sebagaimana rakyat Amerika Latin yang ingin perdamaian. Terutama seperti Venezuela dan Kolombia yang berbatasan panjang, kami terus menderita akibat konflik dengan Kolombia ini. Komandante Chavez adalah pemeluk teguh upaya perdamaian dengan Kolombia. Dan kami percaya bahwa hari ini, dibanding sebelumnya, kondisi untuk perdamaian bisa tercapai. Proses ini berjalan lancar dan ada harapan positif untuk perdamaian.

FL: Dan hubungan antara negerimu dan Kuba akan makin erat dibanding sebelumnya?

Dengan Kuba, kami merupakan aliansi strategis dan punya visi yang sama tentang seperti apa dunia ini, meskipun visi ekonomi dan politik kami berbeda karena revolusi terjadi di momen sejarah yang berbeda. Kedua revolusi (kuba dan Venezuela) punya karakternya masing-masing dan laju masing-masing. Tapi, secara strategis, kedua negara berfikir bahwa Amerika Latin dan Karibia harus disatukan dan dibebaskan dari kontrol Amerika. Kedua negara percaya bahwa Amerika Latin dan Karibia harus terbebas dari kelaparan dan kemiskinan serta berkembang secara berdaulat dengan sumber dayanya. Kami sepenuhnya bersepakat dengan tujuan itu dan karenanya kami bekerjasama. Disamping itu, kami juga percaya tentang sebuah dunia tanpa intervensi militer dari NATO [Fakta Pertahanan Atlantik Utara], tanpa campur tangan AS dalam urusan internal masing-masing negara. Kami bekerja bersama di forum internasional untuk memastikan ini terjadi.

FL: Bagaimana anda melihat masa depan “Sosialisme Abad 21” di Amerika Latin?

Memang benar bahwa tidak ada model sosialisme yang dapat diekspor. Meskipun kami memiliki titik strategis yang sama dengan Kuba, model sosialisme kami sangat berbeda. Di amerika latin, kami melihat arus anti-neoliberalisme yang sangat kuat–sebuah arus demokratis dan kerakyatan. Di beberapa negara, mereka sedang bersiap menuju sosialisme. Di sisi lain, ada yang mengambil bentuk demokratis-kerakyatan. Semuanya bagus. Kami pastikan sedikit demi sedikit Amerika Latin akan bergerak menuju sebuah masyarakat yang lebih setara secara ekonomi dan politik. Mereka semua akan menuju masyarakat sosialis, tetapi dengan karakternya masing-masing. Michelle Bachelet baru saja menang di Chili. Partai sosialis di sana adalah partai sosialis dengan karakternya sendiri.

FL: Apakah ada bahaya munculnya pemimpin populis sayap kanan di kawasan itu? Pemerintah di Argentinya kelihatannya punya masalah di pemilu?

Tidak. Media internasional yang terus mengatakan bahwa proyek kami saat ini ditakdirkan akan gagal. Anda sudah mewancarai saya tiga minggu menjelang pemilihan kotamadya baru-baru ini, anda menanyakan kepadaku apakah akhir revolusi Bolivarian sudah dekat. Media internasional juga mengatakan begitu. Media internasional ingin melihat harapan mereka menjadi kenyataan. Apa yang kami bangun di Amerika Latin punya akar yang kuat. Ekuador, Brazil dan Argentina sebagai contoh. Apa yang telah kami bangun tidak gampang untuk digulingkan. Sayap kanan internasional salah ketika menggambarkan krisis sementara ini sebagai titik balik puncak. Semua masyarakat pasti berhadapan dengan tantangan. Rakyat Amerika Latin sadar bahwa pemerintahan sayap kanan tidak mampu menyelesaikan masalah.

Hari ini, di amerika latin tidak ada pemimpin sayap kanan populis.  pemimpin sayap kanan populis digantikan oleh gerakan neoliberal di tahun 1990-an. Gerakan neoliberal ini dikalahkan oleh gerakan demokratis-kerakyatan.

FL: Amerika Latin adalah pukulan telak pertama terhadap neoliberalisme?

Benar. Pada awalnya, rakyat kami menyadari bahwa mereka harus mengalahkan sistem eksklusif ini. Pergolakan pertama terjadi di Venezuela tanggal 27 Februari 1989. Rakyat kami bentrok dengan neoliberalisme. Kemudian disusul dengan pemberontakan tahun 1992 yang dipimpin oleh komandante Chavez. Kami dengan rendah hati mengatakan bahwa kami berhasil selamat dari tragedi sejarah karena kami menggulingkan neoliberalisme paling awal. Inilah tragedi yang sedang menghantam rakyat Eropa.

Oleh: JOHN CHERIAN

Catatan: Artikel ini sebelumnya terbit dalam bahasa Inggris di majalah FRONTLINE. Diterjemahkan oleh Raymond Samuel.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut