Venezuela Akan Jual Minyak ‘Murah’ Ke Palestina

Palestina.jpg

Venezuela menyetujui untuk menjual minyak dengan ‘harga yang adil’ kepada Palestina. Bagi pemerintah Venezuela, ‘harga yang adil’ itu merupakan bentuk solidaritas bangsa Venezuela terhadap rakyat Palestina.

Pada hari Sabtu, 24 Agustus lalu, Menteri Luar Negeri kedua negara melakukan pertemuan di Caracas, Ibukota Venezuela. Selain memberi harga yang adil, Venezuela juga akan memberikan pelatihan penanganan dan distribusi minyak ke Palestina.

“Negara Palestina menderita blokade selama beberapa dekade, sebuah pengepungan permanen yang membuat akses bebas terhadap sumber energi, makanan dan transportasi menjadi tidak mungkin. Karena itu, kesepakatan ini sangat penting bagi rakyat Palestina,” ujar Menlu Venezuela, Elias Jaua.

Menlu Palestina Riyad al-Maliki, yang sedang melakukan kunjungan ke negara-negara Amerika latin,  menyambut gembira kebijakan pemerintah Venezuela itu dan menyatakan ‘sangat puas’. Ia menyatakan ini program ini terkesan sebuah langkah kecil, tetapi justru sesuatu yang besar bagi rakyat Palestina.

Pertemuan itu juga membahas rencana pemerintah Venezuela membangun sebuah pusat operasi mata di Ramallah, di Tepi Barat, Palestina, sebagai bagian dari misi sosial bernama “Mission Miracle”.

Mission Miracle adalah sebuah program di mana pemerintah Kuba dan Venezuela menawarkan pengobatan dan operasi mata gratis kepada rakyat miskin di negara-negara Amerika Latin dan negara-negara berkembang.

Sumber daya untuk sebuah pusat oftalmologi (spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis dan pengobatan gangguan yang mempengaruhi mata dan bagian terkait dari sistem visual) di Ramallah sudah disetujui oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal bulan Agustus ini.

Menlu Palestina Riyad al-Maliki melakukan kunjungan ke 6 negara Amerika Latin lainnya, termasuk Ekuador, untuk menggalang dukungan bagi Palestina agar diakui sebagai anggota penuh di PBB.

Palestina sendiri sudah merebut status ‘negara pengamat’ di PBB pada akhir November lalu. Keberhasilan tersebut ditentang keras, antara lain, oleh Amerika Serikat dan Israel.

Venezuela sendiri pendukung kuat bagi Kemerdekaan Palestina. Selain itu, Venezuela juga menjadi pengeritik pedas setiap kebijakan agresif Israel terhadap Palestina. Venezuela menyebut tindakan Israel sebagai ‘terorisme negara’.

Negara-negara Amerika Selatan mulai membuka hubungan diplomatik dengan Palestina setelah tindakan mereka memutus hubungan diplomatik dengan Israel sebagai reaksi terhadap agresi militer bertajuk “Operation Cast Lead” terhadap Jalur Gaza tahun 2009.

Sejak itu, hubungan Venezuela dan Palestina makin rapat. Pemerintah Venezuela memberikan banyak dukungan sosial ke Palestina, termasuk pembangunan sarana medis dan pertanian kota di Tepi Barat.

Tak hanya itu, Venezuela juga memberikan beasiswa kepada pemuda Palestina untuk kuliah gratis di Sekolah Kedokteran Amerika Latin (ELAM) Dr. Salvador Allende di Venezuela. Selain itu, Venezuela juga menghapus ketentuan Visa bagi pendatang Palestina di Venezuela.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut