Venezuela Gagalkan Upaya Kudeta

Nicolas Maduro (2)

Pemerintah Venezuela, yang didukung oleh aparat keamanan dan intelijen, berhasil menggagalkan rencana kudeta terhadap pemerintahan revolusioner Nicolas Maduro.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, melalui siaran televisi, Kamis (12/2/2015), mengumumkan keberhasilan pemerintah dan aparat keamanan menggagalkan upaya kudeta terhadap pemerintahannya.

Menurut Nicolas Maduro, para perancang kudeta menargetkan pembunuhan terhadap dirinya (Presiden Venezuela, red) dan diikuti dengan pembentukan pemerintahan sementara.

Ia menambahkan, para pelaku kudeta akan dibayar degan dollar AS dan salah seorang pelaku dijanjikan akan diberikan visa ke Amerika Serikat jika aksi kudeta menemui kegagalan.

Di kesempatan lain, Ketua Majelis Nasional Venezuela, Diosdado Cabello, mengungkapkan bahwa kudeta itu direncanakan akan dilakukan bersamaan dengan pawai peringatan dimulai aksi kekerasan oleh oposisi tahun lalu dan pawai pemuda memperingati Hari Pemuda.

Cabello mengungkapkan, selain merencanakan serangan bom terhadap peserta pawai dan Presiden Nicolas Maduro, pelaku kudeta juga menarget sejumlah bangunan strategis, seperti Istana Kepresidenan Miraflores, Kementerian Pengadilan, markas intelijen militer, kantor Komisi Pemilihan Umum, dan lain-lain.Para pelaku juga menarget kantor TeleSUR, stasiun TV milik Amerika Latin yang berpusat di Ibukota Venezuela, Caracas.

Terkait upaya kudeta tersebut, pihak keamanan Venezuela telah menangkap sejumlah politisi sayap kanan dan perwira Angkatan Udara yang diduga terkait rencana tersebut. Tidak hanya itu, aparat keamanan Venezuela juga menyita granat, pakaian militer, rekaman video berdurasi 8 menit para perancang kudeta, dan senapan AR-15.

Senapan AR-15 adalah sejenis senapan semi-otomatis yang diproduksi di Amerika Serikat. Senjata ini dijual komersil di Venezuela, tetapi tidak dilegalkan di Venezuela.

Sejumlah pemimpin oposisi, seperti anggota parlemen Julio Borges dan Antonio Ladezma, diketahui turut bertanda-tangan dalam deklarasi kudeta.

Menanggapi upaya kudeta ini, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez melalui akun twitternya menyatakan bahwa angkatan bersenjata masih setia kepada pemerintahan yang konstitusional, yakni Presiden Nicolas Maduro.

“Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian tetap teguh pada komitmen demokrasi mereka dan menolak skema kudeta yang mengancam keselamatan Republik,” tulisnya.

Presiden Nicolas Maduro menyerukan kepada seluruh rakyat Venezuela untuk tetap menjaga perdamaian negeri dan melawan setiap upaya kudeta sayap kanan untuk menggulingkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut