Venezuela Diharuskan Membayar US$ 255 juta Kepada Exxon

Perusahaan minyak negara Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), diberi waktu 60 hari untu membayar US$ 255 juta kepada pihak Exxon.

Kemarin, International Chamber of Commerce (ICC) mengabulkan gugatan ExxonMobile terkait ganti-rugi atas proyek Cerro Negro, di Orinoco Oil Belt, yang dinasionalisasi oleh Chavez pada tahun 2007.

Total yang harus dibayar oleh pemerintah Venezuela seharusnya US$ 907 juta. Tapi, pembayaran tunia itu digabungkan dengan 191 juta utang Exxon kepada PDVSA saat mendanai proyek Cerro Negro; US$ 300 juta dari rekening PDVSA yang dibekukan di New York; dan US$160 juta dari tuntutan balik yang dibebankan oleh ICC kepada PDVSA selama 60 hari.

Pada awalnya, Exxon, perusahaan minyak milik imperialis, berusaha membekukan asset PDVSA sebesar US$ 12 milyar—angka yang tidak logis. Tetapi permintaan itu ditolak oleh pengadilan London pada tahun 2009.

Keputusan ICC ini dianggap menguntungkan Venezuela. Kompensasi yang harus dibayar oleh PDVSA hanya 10% dari keseluruhan total gugatan Exxon. Namun, sebetulnya, nilai gugatan Exxon sudah tidak rasional.

Venezuela sendiri bersedia membayar kompesasi itu asalkan wajar. Jika Exxon menutup jumlah kompensasi yang lebih besar, maka Venezuela siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan kepentingan nasionalnya. Apalagi, semua perjanjian investasi Exxon diputuskan pada masa Republik Keempat.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Venezuela dalam mengambil tindakan politiknya sebagai bentuk pengamanan ekonomi negaranya harus di contoh Indonesia-yang kekayaan alamnya sangat melimpah tetapi nasibnya dibawah ketiak modal asing…..kemana filosofi bahwa negara kita adalah negara kesejahteraan (welfare state)…padahal Undang-udang telah mengaturnya Pasal 33 UUD 1945.

  • hadi santosa

    Negara yang dipimpin oleh banci juga akan menghasilkan produk kebijakan yang banci pula, itulah Indonesia hari ini…