Venezuela Bantu Kaum Miskin Amerika Dengan Program Minyak Murah

Meskipun Venezuela berlawanan secara politik dengan Amerika Serikat, tetapi hal itu tidak menghalangi niat baik pemerintah Bolivarian untuk memberikan bantuan kepada rakyat di negeri paman sam tersebut.

Hal itu dibuktikan melalui bantuan Venezuela untuk program energi murah untuk rumah tangga miskin di AS. Program itu mulai diluncurkan pada awal tahun 2005, dengan dukungan Presiden Hugo Chavez, dan sudah berjalan selama tujuh tahun berturut-turut.

Beberapa hari lalu, peringatan atas kerjasama berbasis solidaritas ini dirayakan di New Jersey, Amerika Serikat. Pihak Venezuela diwakili oleh Alejandro Granado, presiden perusahaan minyak CITGO, anak perusahaan PDVSA, sedangkan pihak masyarakat AS diwakili oleh Joseph P. Kennedy II.

Program ini membantu sekitar 500 ribu warga miskin AS setiap musim dingin, termasuk 250 komunitas suku asli dan 234 tempat penampungan tunawisma di 25 negara bagian Amerika Serikat. Tahun lalu saja, lebih dari 60 juta dolar dalam bentuk minyak pemanas disumbangkan kepada keluarga atau individu berpenghasilan rendah di AS.

“Selama bertahun-tahun, program ini menjadi program bantuan energi paling penting oleh sebuah perusahaan minyak. Untuk CITGO, ini sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan solidaritas yang disokong oleh pemerintahan Bolivarian melalui perusahaan minyak negara PDVSA,” kata Alejandro Granado.

Program bantuan minyak ini dimulai tahun 2005, ketika AS baru saja diporak-porandakan oleh badai Rita dan Katrina. Ribuan masyarakat berpendapatan rendah di AS menjerit akibat mahalnya minyak pemanas saat datang musim dingin. Situasi itu memicu surat terbuka dari 25 senator AS, termasuk John Kerry, Hillary Clinton, dan Harry Reid. Saat itu, para senator menyerukan agar perusahaan minyak membantu rakyat berpenghasilan rendah akibat mahalnya minyak pemanas.

Dan, perusahaan minyak Venezuela berada di barisan terdepan merespon permintaan bantuan itu. Di sini, kita telah melihat bagaimana negara berhaluan sosialis menomor-satukan solidaritas ketimbang mencari keuntungan.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut