Venezuela Antisipasi Ancaman Sabotase Pembangkit Listrik

Presiden sementara Venezuela, Nicolas Maduro, memerintahkan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB) untuk melindungi pembangkit listrik dari kemungkinan sabotase oleh oposisi.

Perintah ini dikeluarkan hari Kamis (4/4) saat pertemuan dengan Menteri Kabinet, komandan militer, badan otoritas kelistrikan. Sebelumnya, terjadi serangkaian pemadaman listrik di Caracas dan negara bagian Aragua.

Maduro mengklaim, pemadaman tersebut merupakan bagian dari “perang ekonomi” yang dilancarkan oleh oposisi menjelang pemilu Presiden tanggal 14 April mendatang. Maduro sendiri akan maju sebagai kandidat dari kubu revolusioner melawan kandidat konservatif Henrique Capriles.

Lebih lanjut, Maduro mengklaim hal ini sebagai masalah “keamanan nasional”. Segera setelah pernyataan Maduro itu, Kantor Kejaksaan Venezuela meluncurkan penyelidikan terkait pemadaman itu.

Pemadaman listrik semakin intensif di negara bagian Aragua dalam sepekan terakhir. Beberapa hari lalu, pejabat dari perusahaan listrik milik negara (Corpoelec) menemukan 11 transformer yang dibakar di seantero Venezuela. Kepala cabang Corpoelec negara bagian Aragua, Antonio Lucas, sudah dipecat.

Presiden Nasional Corpoelec, Argenis Chavez, menyatakan rententan pemadaman ini terjadi karena upaya sabotase.

Mengacu pada pemadaman listrik saat kampanye Maduro, Ia bilang, “tidak ada indikasi bahwa ini kegagalan (konvensional), melainkan sabotase.”

“Ini bukan rahasia lagi bahwa di dalam struktur sistem kelistrikan ada unsur-unsur (berbahaya). Terima kasih kepada Tuhan karena setiap hari sangat sedikit kaum buruh yang memenuhi seruan sayap kanan untuk melakukan sabotase; tapi di sini ada sabotase internal dan eksternal,” katanya kepada stasiun televisi publik VTV.

Argenis Chavez, yang juga saudara kandung Comandante Chavez, menambahkan bahwa jumlah pemadaman di Venezuela telah meningkat sejak sebelum pemilu Presiden oktober lalu, yang menandai adanya motif politik dibalik serangan terhadap sistem listrik Venezuela.

Meski demikian, Presiden Corpoelec menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi sistem listrik menjelang Pilpres dan menjanjikan, bahwa pada 14 April nanti sistim listrik nasional akan berfungsi sempurna.

Memang, konsumsi listrik di Venezuela telah meningkat tajam dibanding dekade sebelumnya. Pemicunya adalah berkurangnya angka kemiskinan dan meningkatnya belanja untuk listrik. Pemerintah mengklaim bahwa peningkatan produksi telah melampaui permintaan—20.000 megawatt yang diproduksi, sedangkan konsumsinya mencapai 19,000 megawatt. Namun, harus diakui, masalah transmisi sering memicu pemadaman sporadis di berbagai negara bagian.

Sementara itu, pihak oposisi menyalahkan pemerintah terkait pemadaman itu karena kurangnya investasi dan perencanaan pemerintah.

“Pemerintah bertanggung jawab atas kekacauan di sektor kelistrikan,” kata Winston Cabas, juru bicara Persatuan Oposisi Demokratik (MUD).

“Mereka cukup waktu untuk mengoptimalkan itu, tetapi dari hari ke hari kegagalan dan gangguan terus terlaporkan. Dan sekarang mereka ingin menyalahkan oposisi,” katanya kepada media sayap kanan El Universal.

Namun, dalam wawancaranya, Argenis Chavez membantah tudingan oposisi tersebut. Menurutnya, pemerintahan Chavez terus melakukan investasi sejak nasionalisasi terhadap perusahaan listrik tahun 2007. Dia juga bilang, sejak mengambil jabatan Presiden sementara bulan lalu, Maduro telah menyetujui anggaran sebesar 5 miliar bolivars dan 700 juta US dollar untuk memperluas sistem listrik nasional.

EWAN ROBERTSON

Diambil dari: http://venezuelanalysis.com/news/8509

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut