Venezuela Adakan Rapat Perdana Parlemen Komunal Nasional

Sidang pertama Parlemen Komunal bertujuan untuk menciptakan sebuah mekanisme legislatif yang memungkinkan rakyat memerintah.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Diosdado Cabello, memimpin pertemuan pertama Parlemen Komunal Nasional, sebuah badan legislatif yang bertujuan untuk memperkuat peran dari struktur pengambil keputusan tingkat akar rumput yang dikenal sebagai dewan-dewan komunal dan komune.

Cabello menjelaskan bahwa hasil yang diharapkkan dari Parlemen Komunal Nasional adalah menciptakan sebuah ruang yang akan mempermudah rakyat untuk mengakses sumber daya, membuat keputusan, peraturan hukum, dan “akan memampukan rakyat untuk menjalani kehidupan mereka.”

Selama satu dekade terakhir, Venezuela menjadi saksi mata dari ‘ledakan’ struktur-struktur dan badan-badan pengambil keputusan di tingkat akar rumput, yang dikenal dengan dewan-dewan komunal, di mana warga dapat menyelesaikan secara langsung persoalan-persoalan lokal mereka.

Prioritas persoalan komunitas yang teridentifikasi, seperti perbaikan taman bermain dan proyek infrastruktur kecil-kecilan, dapat dimulai hanya dengan persetujuan dari penduduk sendiri.

Dewan-dewan komunal terorganisasikan ke badan yang lebih besar yang disebut dengan komune, yang dapat mengumpulkan sumberdaya dan terlibat dalam proyek dengan skala yang lebih besar.

Sampai dengan pembentukan Parlemen Komunal (tingkat) Nasional ini, perwujudan dari pengambil-keputusan tingkat akar rumput ini masih belum memiliki badan di tingkat nasional.

Struktur-struktur di tingkat akar rumput, yang disebut sebagai “perwujudan kekuasaan rakyat” di negeri ini, dipandang sebagai pilar dari Revolusi Bolivarian di Venezuela.

Pendelegasian kekuasaan yang lebih besar kepada warga melalui komune-komune juga merupakan prioritas utama dari mantan presiden Venezuela, Hugo Chavez.

Pihak oposisi merespon cepat perkembangan ini dengan mengklaim bahwa Parlemen Komunal Nasional merupakan badan yang sejajar dengan Majelis Nasional dan merupakan suatu upaya untuk mensubversi hasil pemilu parlamen 6 Desember lalu.

Akan tetapi, konsep dari Parlemen Komunal Nasional sudah ada sebelum hasil pemilu lalu diketahui, yang mana Partai Sosialis dan sekutunya kehilangan mayoritas di parlamen untuk pertamakalinya dalam 16 tahun terakhir.

Undang-undang yang mengatur tentang dewan-dewan komunal telah disetujui tahun 2006, sedangkan undang-undang tentang komune disetujui pada akhir 2010.

Tugas dan tanggungjawab Parlemen Komunal berbeda dari Majelis Nasional, yang mana secara jelas telah digariskan dalam konstitusi negara.

Sejak menderita kemunduran di lapangan elektoral, kaum revolusioner telah mengadakan “majelis-majelis  jalanan” untuk berdebat, bertukar gagasan, dan memperkuat gerakan menuju sosialisme di Venezuela.

Cabello menyerukan kepada ketua-ketua komune yang berpartisipasi dalam Parlemen Komunal Nasional untuk memperkuat “kekuasaan rakyat” di dalam komunitas mereka.

“Kekuatan yang paling penting adalah kekuasaan dari komune-komune. Tidak ada organisasi yang lebih murni dari komune. Sekarang tergantung pada kalian (ketua komune) di Parlemen Komunal Nasional, yang terdampak dari gerakan ini, untuk berjuang memperkuat kekuasaan komunal,” kata Cobello.

Pertemuan perdana Parlemen Komunal Nasional juga bertepatan dengan peringatan 16 tahun disetujuinya konstitusi Venezuela tahun 1999 dan merupakan kegiatan terakhir dari Majelis Nasional sekarang.

Perwakilan dari Majelis Nasional yang baru, dengan mayoritas dari pihak oposisi, akan menempati kursi mereka mulai tanggal 5 Januari 2016.

Sumber: teleSUR

Diterjemahkan oleh Mardika Putra

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut