UU Layanan Listrik Venezuela dorong diversifikasi sumber energi

CARACAS: UU Organik tentang Sistem dan Layanan Listrik di Venezuela yang lolos pendiskusian awal pada 15 Juni menetapkan diversifikasi sumber energi untuk mencegah ketergantungan terhadap satu sumber saja, demikian pernyataan Dep. Juan Carlos Dugarte, Wakil Presiden Komite Energi dan Pertambangan Venezuela, dalam sebuah acara televisi.

Dugarte menyatakan bahwa kebijakan ini mengoreksi kesalahan pemerintahan sebelumnya yang tidak menaruh perhatian pada sektor termoelektrik atau sumber-sumber energi lainnya.

“Pemerintahan Bolivarian bertindak secara bertanggung-jawab dan oleh karenanya rakyat Venezuela lebih berkomitmen dibandingkan sebelumnya. Karena ini, Presiden Hugo Chavez didukung oleh lebih dari 60 persen penduduk, karena ia menghadapi persoalan yang ada dan memecahkannya,” tambahnya.

Dugarte menjelaskan bahwa UU yang sejak Senin lalu dikonsultasikan dengan publik bersama beragam perusahaan dan kelompok yang bergerak di sektor energi, berfungsi memberikan hak pengelolaan layanan listrik oleh Negara. UU itu juga memberikan konsep kemasyarakatan dan hak asasi manusia kepada sumber daya listrik yang sebelumnya hanya dipandang sebagai komoditas.

Modal asing dibolehkan berpartisipasi dalam sistem kelistrikan nasional melalui usaha patungan, seperti halnya di sektor migas, namun mayoritas saham harus dikuasai Negara.

Duarte menambahkan bahwa Venezuela berhasil keluar dari krisis listrik, meskipun kaum oposisi memandang terjadi kekurangan pasokan secara besar-besaran.

“Kini kami memiliki pemerintahan yang berkomitmen mengembangkan sektor kelistrikan dengan melakukan investasi yang dibutuhkan,” tegasnya.

Pada bulan Februari, Presiden Chavez mengumumkan keadaan darurat listrik akibat kekeringan yang berdampak mengurangi produksi listrik bendungan El Guri, sebagai sumber listrik terbesar yang memasok 70 persen energi negeri itu.

Kebijakan darurat tersebut antara lain menetapkan bahwa pembelian listrik dari luar negeri hanya dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan nasional, dan penggunaan listrik yang tidak resmi ditekan sekecil mungkin serta diregularisasi.

Chavez juga memerintahkan Kementerian Pendidikan, Pendidikan Tinggi, Komunikasi dan Kelistrikan untuk mengelaborasikan kampanye pendidikan seputar penghematan listrik.

Di samping itu ia mengumumkan investasi besar-besaran oleh pemerintah dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan. Dalam setengah tahun ini pemerintah menargetkan penambahan pasokan sebesar 800 megawatt, dengan target tambahan pasokan keseluruhan pada akhir tahun sebesar 4000 megawatt. Konsumsi listrik keseluruhan di Venezuela saat ini sebesar 14.000 megawatt.

Menurut Menteri Kelistrikan Ali Rodriguez, pemerintah hendak mengurangi ketergantungan dari tenaga air dengan menambah jumlah dan keluaran pembangkit tenaga panas. Investasi yang dibutuhkan untuk ini mencapai lebih dari $4 milyar, katanya.

Pemerintah Venezuela berkonsultasi mengenai kelistrikan dengan Brasil, Argentina, dan Kuba, serta telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Rusia dan Tiongkok.

Pada bulan April pemerintah Venezuela mengumumkan akan membelanjakan $699 juta untuk membangun tiga pembangkit listrik tenaga panas yang diperkirakan menambah pasokan listrik negeri itu sebesar 900 Megawatt.

Dugarte mengatakan bahwa menurut perkiraan, pada akhir Agustus ini bendungan El Guri akan mencapai tinggi maksimumnya, dan dengan tambahan investasi pembangkit listrik yang dibuat pemerintah, “negeri ini bahkan akan dapat mengekspor listrik.”

Sumber: ABN/Venezuelanalysis/DJ

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut