Uruguay Akan Referendum Tentang UU Aborsi

Pengesahan UU tentang Kesehatan Reproduksi Dan Seksual di Uruguay ternyata tidak berjalan mulus. Pro-kontra mengenai pemberlakuan UU yang mengatur soal aborsi ini masih terus berlanjut hingga sekarang.

Bahkan, pihak penentang UU aborsi ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 67 ribu tanda tangan untuk mendorong referendum tidak wajib. Angka itu melebihi dari prasyarat untuk mengusulkan referendum tidak wajib, yakni 52.000 tanda-tangan.

Menurut Wakil Presiden Pengadilan Pemilu Uruguay,  Wilfredo Penco, referendum akan dilaksanakan karena pihak penentang UU aborsi telah mengumpulkan tanda-tangan melebihi dari cukup.

“Karena tingginya jumlah penandatangan yang diajukan, penyiapan TPS, jajak pendapat, sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya,” ujarnya.

Menurut ketentuan, Pengadilan Pemilu Uruguay diberi waktu 45 hari mengumumkan tanggal referendum tidak wajib. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa tanggal referendum antara tanggal 16 atau 23 Juni 2013.

Jika dalam referendum tidak wajib ini terdapat 25% dari pemilih mendukung pencabutan UU, maka referendum nasional tahap kedua kembali akan digelar dalam empat bulan berikutnya. Kali ini disebut “Referendum Wajib”.

Hasil “Referendum tahap kedua atau Referendum Wajib” inilah yang menentukan nasib UU tersebut. Jika mayoritas pemilih menyetujui pencabutan UU, maka dengan sendirinya UU itu akan gugur.

UU Aborsi Paraguay itu sebetulnya sangat progressif. Di dalamnya diatur bahwa perempuan Uruguay maupun asing yang sudah tinggal lebih satu tahun di negeri ini berhak meminta mengakhiri kehamilan mereka dalam 12 minggu pertama kehamilan mereka tanpa takut mendapat tuntutan hukum.

Tenggang waktu bisa diperpanjang menjadi 14 minggu bagi kasus pemerkosaan atau kehamilan lainnya yang mengganggu keselamatan sang ibu atau kondisi janin.

Di Amerika Selatan, Uruguay merupakan negara pertama yang punya UU ini. Sementara di Amerika Latin, Uruguay merupakan negara kedua setelah Kuba. Sebagian besar penentang UU ini sayap kanan dan golongan konservatif.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut