Update Pembubaran Aksi Pendudukan Bima: 3 Orang Tewas, 30 Orang Luka

Situasi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, hingga siang ini (24/12) masih sangat mencekam. Sejumlah rakyat yang marah melakukan pembakaran terhadap kantor Polsek dan sejumlah pos polisi di Lambu dan Sape. Laporan lain juga menyebutkan bahwa rakyat Bima telah membakar kantor DPRD setempat.

Sementara itu,  menurut Wawan Darmawan, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Bima, jumlah korban tewas hingga saat ini bertambah satu orang. Sehingga, total korban tewas menjadi 3 orang.

Nama korban tewas saat ini masih simpang siur. Ada info yang menyebut nama Arif Rahman dan Mahfud. Sedangkan info lain menyebutkan nama Arif Rahman dan Syaiful. Kami sendiri masih berusaha mencari data akurat mengenai jumlah korban tewas dan nama-namanya.

Menurut Wawan, korban tewas rata-rata mengalami luka tertembak di bagian dada, perut, dan lengan yang tembus ke bagian ketiak.

Meski begitu, kata Wawan, nama korban tewas masih simpang siur. Pasalnya, Polisi masih menyisir dan melarang siapapun memasuki lokasi. Wartawan juga dilarang mengambil informasi dan gambar di sekitar lokasi.

Sementara korban luka mencapai 30-an orang. Beberapa diantaranya mengalami kondisi kritis. Salah seorang korban kritis adalah Faisal, 23 tahun, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Ia terkena terkena peluru di bagian lengan dan betis.

Berikut beberapa nama warga yang menjadi korban luka tembak: Syahbudin (31), Ilyas Sulaiman (25), Gias Ulana (25), Rahmin (45), Awaluddin (24), Rohaini (23), Sukiman (25), Ibrahim (45), Mistahuddin (18), Masnun (13), Hasnah (39), dan Suhaimin (23).

Seluruh korban yang disebut namanya di atas sedang dirawat di RSUD Bima.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • arsyad abdullah

    sy secara prinadi mengutuk keras apa yg terjadi di sape bima, dan kepada semua pihak untuk tenang dan mencari solusi yg baik, kepada Komnas HAM dan DPR RI untuk mengusut tuntas kejadian tsb secara terbuka kepada masyarakat.

  • haRI

    yayaya turut prihatin…

    #buat yang nulis berita, sekarang kan baru tgl 24/12 ya…hehe

  • erwan mahmudi

    Polisi kan punya jurisdiksi mengatasi masalah keamanan? Mengapa harus menggunakan senjata? Apa polisi sudah tidak pe de dengan kewenangannya itu? Dengan yurisdiksi sebenarnya polisi sudah lebih dari cukup. Bagaimana kalau anank-anak kita nanti menganalogkan tindakan polisi itu dengan polisi kolonial jaman penjajahan dahulu? Dan jika kejadian di NTB dll terus berulang. Rakyat akan memposisikan polisi dan tentu pemerintah seperti penjajah . Hanya satu kata ( istilah Wiji Tukul ) L a w a n !

  • asman

    Dpr harus segera merubah uu polri agar polisi tidak dipersenjatai …………. jangan ada alasan apapun buat polisi membawa senjata…..