Upacara Bendera Ala Aktivis Di Makassar

MAKASSAR: Ratusan pemuda, mahasiswa, dan rakyat miskin yang sedang memperingati 82 sumpah pemuda, di Makassar (28/10) melakukan upacara bendera.

Tidak berbeda jauh dengan upacara bendera pada umumnya, para aktivis ini menaikkan bendera merah putih, melakukan penghormatan kepada sang merah putih, dan menyanyikan lagu kebangsaaan.

Hanya saja, saat menyampaikan pidato atau orasi, mereka mengecam berbagai bentuk kebijakan neoliberal rejim SBY-Budiono.

Mereka juga mengeritik kelemahan pemerintahan SBY-Budiono di hadapan pihak asing, yang menurut mereka, bertindak seperti boneka imperialisme.

Selain melakukan upacara bendera, aktivis dari Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional ini juga melakukan musikalisasi dan pembacaan puisi.

Aktivis Jaker, sebuah organisasi kesenian rakyat, tampil memukau dan membakar semangat para demonstran.

SBY-Budiono sudah gagal total

Ketua PRD Makassar Muhamad Arham mengatakan aksi ini merupakan bentuk simbolik atas keprihatian pemuda-pemudi Indonesia terhadap situasi bangsa sekarang ini.

“Para pemuda-pemudi telah berjuang mati-matian melawan kolonialisme dan imperialisme. Namun, saat ini praktik neo-kolonialisme kembali bercokol di bumi pertiwi, yaitu dengan praktik neoliberalisme pemerintahan SBY-Budiono,” ujar Arham saat menyampaikan orasi politik.

Sementara orator lainnya, Darmin, dari LMND Makassar, menyoroti ketidakmampuan SBY-Budiono memberantas korupsi semakin merajalela dalam segala aspek kehidupan apparatus negara. (Ul)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut