Ultah Presiden SBY, Mahasiswa Beri Kado “Polo Kependem”

Bersamaan dengan Ulang Tahun (Ultah) Presiden SBY hari ini (9/9), puluhan aktivis mahasiswa dan gerakan rakyat di Surabaya memberi kado “Polo Kependem”.

Polo Kependem adalah makanan khas rakyat yang terdiri dari  ketela rambat, ketela singkong, dan bengkoang. Pemilihan makanan ini sebagai kado untuk Ultah SBY adalah untuk menggambarkan kemiskinan yang dialami rakyat Indonesia saat ini.

Aksi ini digelar oleh puluhan mahasiswa dan aktivis gerakan rakyat dari berbagai organisasi, seperti Serikat Buruh Kerakyatan-Komite Persiapan  Konfederasi Serikat Nasional (SBK-KP KSN), Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga (FAM Unair), dan  Serikat Kedaulatan  Mahasiswa untuk Rakyat (SMKR).

Dalam aksi yang digelar di depan Gedung Grahadi Surabaya itu, persoalan utama yang disorot oleh para aktivis adalah kasus korupsi di lingkaran kekuasaan SBY. “Namun sayangnya perayaan Ultah yang ke 62, orang-orang dekatnya tersandung kasus dugaan korupsi,” kata Catur Wibowo, salah seorang jubir aksi ini.

Kasus itu, menurut Catur,  semakin mengindentikkan Presiden SBY sebagai pemimpin pembohong karena tidak terlaksannya janji-janjinya memberantas korupsi. “Dalam era pemerintahan SBY ini, praktek korupsi yang dilakukan oleh elit-elit politik dan pejabat Negara semakin menjadi-jadi,” katanya.

Persoalan lain yang disorot oleh mahasiswa adalah  angka kemiskinan yang semakin meningkat, biaya pendidikan dan kesehatan semakin mahal, buruh di PHK dan di upah rendah, para petani banyak yang di gusur dari sawahnya, kekayaan alam dan asset-aset publik Indonesia di jual kepada asing, dan kasus pelanggaran HAM berat tidak pernah tertuntaskan.

Hal itu, kata sejumlah aktivis, menggambarkan bagaimana kebijakan yang di keluarkan oleh Presiden SBY sampai saat ini tidak berpihak kepada rakyatnya.  Kepentingan yang di dahulukan hanyalah kepentingan para pemilik modal dan kelompok-kelompknya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut