Tuntutan Diabaikan, 7000-an buruh PT Beesco Mogok Kerja

Karena tuntutannya diabaikan, sedikitnya 7000-an buruh PT Beesco Indonesia menggelar aksi mogok kerja. Sejak pagi hari, kira-kira pukul 06.00 WIB, para buruh sudah berkumpul di depan pabrik.

Aksi ini sempat ricuh saat para supervisor memaksa buruh untuk tetap masuk kerja. Namun, upaya tersebut ditentang oleh para buruh. Hal itulah yang memicu aksi dorong-dorongan.

Menurut koordinator aksi, Mulyadi, aksi mogok kerja ini dipicu oleh sikap perusahaan yang mengabaikan tuntutan pekerja. Padahal, kata Mulyani, apa yang dituntut buruh sebetulnya hak normatif. Aksi pemogokan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 23-27 September 2013.

Mulyadi membeberkan beberapa tuntutan buruh, seperti pemberian premi kehadiran kepada buruh, tunjangan transportasi bagi buruh,  tunjangan shift bagi buruh khususnya buruh yang bekerja dengan sistem shift, tunjangan masa kerja bagi buruh, tunjangan skill atau keahlian bagi buruh, perbaikan kualitas tunjangan makan bagi buruh, pemberian hak cuti haid bagi buruh perempuan.

Selain itu, para buruh juga menuntut hak cuti hamil dan melahirkan bagi buruh perempuan, pemberian cuti tahunan, penghapusan sistem kerja kontrak, dan pemberian upah sesuai ketentuan UMSK Kab. Karawang .

Para buruh ini juga menuntut kebebasan berorganisasi bagi buruh. “SBGTS PT BCI harus diberi pengakuan dengan diberikan fasilitas sekretariat dan melakukan bantuan pemotongan iuran serikat melalui menagemen perusahaan sebagaimana peraturan menteri yang berlaku,” ungkap Mulyadi.

Menjelang siang, sempat terjadi antara perwakilan buruh dengan pihak perusahaan. Namun, perundingan tersebut menemui jalan buntu. Akhirnya, buruh pun memutuskan untuk melanjutkan aksi pemogokan.

Sementara itu, Kepala Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Buruh Independen (DPP-GSBI), Ismett Inoni, hadir di lokasi aksi untuk memberikan dukungan penuh kepada buruh dan serikat buruh dalam memperjuangkan hak-haknya.

Ismett menyayangkan tindakan perusahaan yang tidak mau mengakomodir tuntutan para buruh. Ia juga menyayangkan tindakan aparat keamanan maupun perusahaan yang melakukan provokasi terhadap para buruh yang sedang melakukan pemogokan.

“Pemogokan adalah hak dasar buruh yang dilindungi undang-undang,  maka siapapun tidak diperkenankan melakukan upaya-upaya provokasi kepada para buruh apalagi dengan kekerasan,” ujar Ismett.

PT Beesco Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi sepatu Merek ASICS, sepatu olah raga asal Jepang yang dipasarkan di Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia. Perusaahaan ini berkedudukan di Jalan Raya Cekampek KM, 76,7 Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Perusahaan ini mempekerjakan 7.300 buruh, yang mayoritas perempuan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut