Tuntut Reforma Agraria, Petani Dan Mahasiswa Sumedang Gelar Aksi Mogok Makan

SUMEDANG (BO): Puluhan massa mahasiswa dan petani di Sumedang, Jawa Barat, menggelar aksi mogok makan di kantor DPRD setempat, Selasa (24/1). Mereka menuntut pemerintah segera menjalankan reforma agrarian sesuai dengan ketentuan UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

Massa, yang merupakan gabungan Komite Advokasi Reforma Agraria, merupakan gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Serikat Tani Nasional-Politik Rakyat Miskin (STN-PRM).

Selain menggelar mogok makan, aktivis Komite Advokasi Reforma Agraria ini juga berencana menggelar aksi pendudukan. Mereka juga mendesak penyelesaian sejumlah konflik agraria di kabupaten Sumedang, khususnya konflik antara petani versus perum perhutani.

Petani juga mempersoalkan penyaluran modal yang tidak melibatkan partisipasi gerakan petani. Akibatnya, banyak sekali program itu yang tidak tepat sasaran.

”Negara harus menjamin hak-hak utama kaum tani terutama akses terhadap tanah. Hal itu  hanya bisa diwujudkan melalui reforma agraria yang berlandasakan UUPA 1960,” ujar Galih Andrianto, aktivis dari GMNI Sumedang.

Galih menuturkan, dengan aksi mogok makan dan aksi pendudukan ini, pihaknya berharap pemerintah segera merespon tuntutan mereka. “Kita akan tetap menduduki gedung DPRD dan mogok makan sampai tuntutan kita (reforma agraria) dapat dipenuhi oleh pemerintah Kabupaten Sumedang,” tegasnya.

Sementara itu, Andika Ponta, aktivis dari STN-PRM Sumedang, menyebut  empat tuntutan yang diusung dalam  aksi pendudukan ini. Diantaranya: tanah untuk petani penggarap di lahan Perum Perhutani, modal dan teknologi pertanian ekologis modern untuk petani penggarap dibawah kontrol organisasi rakyat/tani sejati, hentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap kaum tani, dan menuntut tanggung jawab Pemda dan DPRD Sumedang dalam penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Sumedang.

HISKI  DARMAYANA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut