Tuntut Pesangon, Buruh PT Mulya Abadi Indo Blokir Pabrik

FNPBI.jpg

Sedikitnya 30-an orang buruh korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT. Mulya Abadi Indo menggelar aksi massa di depan pintu pabriknya, Rabu (2/7/2014).

Dalam aksinya para buruh menuntut agar nasib mereka diperhatikan oleh perusahaan. Mereka juga menuntut agar pihak perusahaan membayarkan uang pesangon pekerja sesuai masa kerjanya.

Para buruh yang tergabung dalam Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) ini memulai aksinya dari Jalan Dg Ramang kemudian bergerak ke depan pintu perusahaan di Jalan Salofong, Kelurahan Untiya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

“Kami mendesak pihak perusahaan untuk segera keluar menemui dan berdialog dengan buruh. Banyak hak-hak buruh yang belum dipenuhi oleh perusahaan hingga sekarang,” kata Ketua FNPBI kota Makassar, Rosnia, dalam orasinya.

Dia bilang, berdasarkan ketentuan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pembayaran pesangon kepada buruh yang di-PHK merupakan kewajiban perusahaan.

Ia juga menjelaskan, para buruh yang diberhentikan ini tidak jelas nasibnya. Maklum, kata dia, para buruh menghidupi diri dan keluarganya melalui upah yang didapatkan dari bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam aksinya, para buruh sempat memblokir pintu gerbang perusahaan. Mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap perusahaan.

Namun, setelah 3 jam lebih menggelar aksi, pihak pimpinan perusahaan tak juga keluar menemui kaum buruh. Akhirnya, karena dibakar rasa kecewa, para buruh pun merengsek masuk ke dalam kantor Direktur perusahaan.

Sejumlah security dan polisi berusaha menghalangi aksi tersebut, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, untuk mencegah kemarahan para buruh lebih lanjut, perwakilan perusahaan pun keluar menemui para buruh.

Dalam dialog tersebut, pihak perusahaan melimpahkan penyelesaian tuntutan para buruh itu kepada HRD/Personalia. Pihak perusahaan menjanjikan pertemuan antara HRD dengan para buruh pada tanggal 5 Juli mendatang.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut