Tuntut Penetapan Tanah Terlantar, Petani Buleleng Datangi Di BPN

Perwakilan petani dari Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di jalan Sisingamangaraja Nomor 2, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Kedatangan para petani ini didampingi oleh aktivis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Buleleng, H Muliyadi Putra. Mereka menuntut pemastian penetapan tanah terlantar yang berada di desa mereka.

Menurut petani, penyelesaian tanah negara di desa Sumberklampok, Buleleng, Bali, sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Pihak BPN Bali sendiri sejak 2 tahun lalu sudah melaporkan bahwa tanah negara di desa Sumberklampok tersebut terindikasi sebagai tanah terlantar. Apalagi, pemerintah sudah punya PP No 11 Tahun 2010 perihal tanah terlantar ini.

Menanggapi tuntutan petani dan KPA, pihak BPN menyampaikan bahwa permasalahan Tanah Negara di Desa Sumberklampok masih dalam proses kajian dan sedang dilakukan proses validasi data untuk mempercepat penerbitan surat keputusan penetapan tanah terlantar.

Pihak BPN mengatakan, hasil pertemuan dengan perwakilan warga dan KPA ini akan disampaikan ke kepala BPN. Mereka juga mempertimbangkan kunjungan ke masyarakat Desa Sumberklampok untuk mempercepat proses penyelesaian masalah tanah negara di sana.

Galih Andreanto

Editor: Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut