Tujuh Warisan Chavez Untuk Dunia

Akhirnya kandidat dari partai sosialis, Nicolas Maduro, berhasil memenangkan pemilu Presiden Venezuela. Banyak yang mengatakan, kemenangan Maduro tidak terlepas dari sosok dan warisan positif Chavez selama 14 tahun berkuasa.

Tetapi, warisan Chavez tidak hanya penting bagi bangsa Venezuela, tetapi juga untuk seluruh dunia. Banyak bangsa-bangsa yang sedang berjuang untuk keluar dari neokolonialisme, seperti Asia, Afrika, dan Timur Tengah, patut mengambil pelajaran dari Chavez. Tentu saja, bukan mengimpor bulat-bulat, tetapi mempelajari dan mengadaftasinya sesuai realitas nasional masing-masing.

Saya berusaha meringkas tujuh warisan Chavez untuk masyarakat dunia:

(1) Meninggalkan neoliberalisme

Ketika Chavez berkuasa di tahun 1998, sistem neoliberalisme sudah mulai mengalami krisis. Namun, belum ada pemerintah yang terang-terangan berani keluar dari kerangka neoliberal. Boleh dikatakan, pemerintahan Chavez merupakan pemerintahan pertama yang berani keluar dari perangkap neoliberal dan mencari sistem ekonomi alternatif berbasiskan ekonomi kerakyatan.

Kebijakan ekonomi Chavez ditandai dengan pemihakan pada pembangunan manusia, redistribusi kekayaan, dekomoditifikasi barang-barang publik, demokratisasi ekonomi, dan kontrol negara terhadap sektor-sektor ekonomi strategis.

(2) Anti-Imperialisme

Ketika mayoritas pemerintahan nasional di dunia rela menjadi “budak” imperialisme Amerika Serikat, Venezuela di bawah Chavez justru lebih mandiri dan berdaulat. Chavez menggunaan kekayaan minyak negerinya untuk mendanai program-program kesejahteraan, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, perumahan, kredit mikro, dan lain-lain.

Chavez  melobi negeri-negeri anggota OPEC untuk menuruti jatah produksi dan mengontrol harga minyak. Tentu saja, langkah Chavez ini merugikan spekulan minyak di Wall Street.

Venezuela adalah salah satu negara—selain Kuba, Ekuador, dan Bolivia—yang menolak didikte oleh IMF, Bank Dunia, dan WTO. Chavez juga terang-terangan menentang agenda perdagangan bebas yang disponsori oleh AS. Pada tahun 2006, Chavez memimpin  pertemuan rakyat Amerika Latin di Mar Del Plata, Argentina, untuk menentang agenda perdagangan bebas yang dipaksakan oleh Washington.

(3) Sukses Memerangi Kemiskinan

Salah satu sukses terbesar Chavez adalah keberhasilannya mengurangi kemiskinan. Dalam satu dekade pemerintahannya, Chavez berhasil mengurangi kemiskinan hingga 48% dan memangkas kemiskinan esktrem hingga 20%.

Pengangguran turun dari 20% menjadi di bawah 7%. Tidak kurang dari 20 perguruan tinggi baru dibangun dalam 10 tahun terakhir. Jumlah guru meningkat dari 65.000 menjadi 350.000 orang. Buta huruf berhasil diberantas. Dalam 6 tahun, 19.840 tunawisma mengikuti program khusus dan praktis tidak ada lagi anak-anak yang hidup di jalanan.

Pada rangking Indeks Pembangunan Manusia (HDI) yang dikeluarkan oleh United Nations Program for Development (UNDP), Venezuela terus menunjukkan peningkatan dari rangking 83 pada tahun 2000 (0,656) menuju rangking 73 pada tahun 2011 (0,735), dan dikategorikan dalam negara-negara dengan indeks HDI tinggi.

Indeks Gini Venezuela, yang mengukur ketimpangan pendapatan, memperlihatkan terjadi penurunan dari 0,46 pada tahun 1999 menjadi 0,39 pada tahun 2011.

Semua itu dimungkinkan karena kekayaan alam dan sektor ekonomi strategis di tangan negara. Sejak berkuasa, Chavez menasionalisasi sedikitnya 1500 perusahaan mulai dari perbankan, industri baja, pertambangan, listrik, semen, telekomunikasi, dan gerai makanan sederhana.

Dia selalu bilang, “bila kita hendak mengentaskan kemiskinan, kita harus berikan kekuasaan, pengetahuan, tanah, kredit, teknologi, dan organisasi pada si miskin.”

(4) Demokrasi Partisipatif

Chavez selalu percaya bahwa bentuk kekuasaan terbaik adalah demokrasi dari bawah ke atas. Untuk itu, ia selalu berusaha mentransfer kekuasaan ke rakyat dan menempatkan rakyat sebagai protagonis kekuasaan.

Salah satu langkah paling progressif dari pemerintahan Bolivarian adalah pembentukan “Dewan Komunal”. Menurut konstitusi, Dewan Komunal adalah sarana dari rakyat terorganisir untuk mengambil-alih dan menjalankan langsung kebijakan administrasi dan proyek pembangunan. Dewan Komunal merespon aspirasi dan kebutuhan langsung dari komunitas.

Pada tahun 2006, sudah berdiri 4000 dewan komunal di seluruh Venezuela. Angka ini meningkat menjadi 19,500 pada tahun 2007 dan sekitar 30 000 pada tahun 2011. Banyak rakyat yang sudah mendapat keuntungan langsung dari model demokrasi partisipatif ini.

(5) Sosialisme Abad 21

Chavez tidak percaya bahwa proyek sosialisme bisa ditiru atau diimitasi dari tempat lain. Chavez percaya, seperti juga Lenin, bahwa sosialisme harus merupakan hasil “penciptaan yang heroik”, sesuai dengan karakteristik dan kekhususan masing-masing bangsa. Bagi Chavez, sosialisme pada dasarnya haruslah suatu rejim demokratik, yang diadaptasikan ke dalam realitas nasional masing-masing.

Alih-alih memungut sosialisme abad ke-20, seperti yang dipraktekkan di Soviet dan Eropa Timur, yang sudah bangkrut, Chavez justru mencetuskan “sosialisme abad 21”: transformasi ekonomi, demokrasi partisipatoris dan protagonistik dalam politik, dan etika sosialis (Kasih sayang, solidaritas, persamaan antara lelaki, perempuan, dan semua manusia).

(6) Internasionalis Sejati

Chavez dikenal sebagai seorang internasionalis sejati, yang selalu berdiri di garda depan untuk mengutuk praktik-praktik yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Chavez paling depan dalam mengutuk pendudukan ilegal Israel terhadap Palestina. Ketika Israel menggempur Gaza, Palestina, pada tahun 2009 lalu, Venezuela menjadi negara pertama yang mengusir dubes Israel dari negaranya. Tindakan ini kemudian diikuti Kuba dan negara Amerika latin lainnya.

Pemerintahan Chavez juga mengirimkan 227 juta galon minyak murah ke rumah tangga miskin di AS—setara dengan 465 juta US Dollar. Proyek yang disponsori oleh Citgo Petroleum, anak perusahaan minyak Venezuela di Amerika, ini telah memberi manfaat kepada 2 juta rakyat Amerika Serikat.

Ketika New Orleans, salah satu kota di AS, dihantam badai Katrina, Chavez mengirim makanan dan air. Tak hanya itu, pemerintahan Chavez juga mengirim ribuan tentara, pemadam kebakaran, dan sukarelawan untuk membantu rakyat di sana.

Chavez juga punya program PetroCaribe, yang menjual minyak dengan harga sangat murah ke negara-negara Amerika latin dan Karibia. Misi kemanusiaan Venezuela juga ada Haiti dan berbagai negara lain di berbagai belahan dunia.

(7) Mendorong integrasi regional

Sejak Chavez berkuasa, Amerika latin pelan-pelan meninggalkan predikat sebagai “halaman belakang”-nya AS. Untuk itu, juga sejalan dengan cita-cita Simon Bolivar, Chavez mendorong integrasi regional.

Pada tahun 2004, untuk mengkonsolidasikan alternatif terhadap neoliberalisme di Amerika Latin, Chavez memprakarsai berdirinya Aliansi Bolivarian Untuk Rakyat Amerika latin (ALBA). Pada tahun 2009, Chavez mensponsori pembentukan Bank Selatan, sebagai alternatif terhadap IMF dan Bank Dunia.

Hugo Chavez berperan sangat besar dalam pembentukan Komunitas negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) pada tahun 2011. Komunitas ini untuk pertama kalinya dapat mengumpulkan 33 negara di kawasan tersebut kecuali Amerika Serikat dan Kanada.

Tujuh warisan Chavez itu bukan hanya penting bagi Venezuela, tetapi juga seluruh bangsa di dunia, termasuk Indonesia.

Rudi Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • riki

    chaves tidak mati ia masih bersama kita…