Tony Blair Dilempari Sepatu dan Telur Di Dublin

DUBLIN: Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, yang juga terkenal sebagai penggagas “jalan ketiga”, mendapatkan lemparan sepatu dan telur saat menghadiri penandatangan buku memoir-nya di Dublin pada hari Sabtu (4/9).

Sedikitnya 200 demonstran meneriakkan bahwa Tony Blair penuh “darah di tangannya” saat baru saja tiba di toko buku di Dublin.

Sepatu dan telur dilemparkan kepadanya begitua ia keluar dari mobil.

Padahal, pengamanan dibuat sangat ketat, para pembeli buku diperiksa, disuruh menyerahkan dompet dan ponsel sebelum memasuki toko buku di  Eason O’Connell Street, sebuah jalan di pusat perbelanjaan utama di Dublin.

Terjadi bentrokan antara Polisi dan demonstran saat mereka berusaha melewati penjagaan.

Dua pengunjuk rasa dilemparkan masuk dalam mobil keamanan.

Beberapa demonstran, termasuk salah seorang pengguna kursi roda, menempatkan dirinya di tengah jalan, dan polisi berusaha mendorong mereka keluar.

Polisi menyatakan bahwa empat orang ditangkap dan didakwa karena mengganggu ketertiban umum.

Blair menghabiskan waktu dua jam di toko buku itu, sebelum akhirnya ia mendapat lemparan telur, sepatu, dan teriakan-teriakan. Dia akhirnya dievakuasi dengan menggunakan helicopter.

“Blair menggunakan dunia untuk perang di Irak dan Afghanistan atas dasar kebohongan,” kata  Donal MacFhearraigh, seorang demonstran yang menyebut Tony Blair sebagai penjahat perang.

Kate O’Sullivan, seorang demonstran lainnya, menyatakan bahwa dirinya ditangkap aparat kemananan saat mendekati toko buku tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Blair menolak klaim yang menyatakan bahwa perang di Irak da Afghanistan telah meningkatkan radikalisme islam. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa islam radikal, yang dicapnya “jahat dan melihat kebelakang”, sebagai ancaman terhadap keamanan global.

Blair mengatakan kepada program BBC world service; ancaman terbesar bagi keamanan global adalah gerakan radikal yang terus meluas. Karena saya pikir mereka sangat mirip dengan gerakan komunisme revolusioner.”

Ia menyebut jaringan teroris global Al-Qaeda sebagai gerakan ideologis yang longgar, tetapi Iran adalah negara sponsornya.

Buku baru Tony Blair memang disebut-sebut membuat panas kuping semua orang kiri dan progressif di dalam partai buruh, terutama sejak invasi ke Irak tahun 2003.

Demonstrasi ini sendiri digelar oleh aktivis anti-perang, yang sejak Blair berkuasa sudah menyatakan penentangan dan partisipasi Inggris dalam perang Irak dan Afghanistan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut