Tolak WTO, LMND Ende Sebar Ribuan Selebaran

Untuk menyadarkan mahasiswa akan bahaya agenda-agenda perdagangan bebas ala WTO, puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Ende, Nusa Tenggara Timur, menggelar aksi pembagian selebaran, Selasa (3/12/2013).

Pembagian selebaran ini dilakukan di tiga kampus besar di kota Ende, yakni Universitas Flores, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM), dan IKIP Bajowawo. Tak hanya itu, pembagian selebaran juga dilakukan di pemukiman yang dihuni oleh banyak mahasiswa.

Menurut Derry Ngamal Kulas, aktivis LMND kota Ende, pembagian selebaran untuk dimaksudkan sebagai proses penyadaran kepada massa mahasiswa mengenai bahaya WTO bagi kehidupan ekonomi dan politik rakyat Indonesia.

“Pembagian selebaran yang berisikan seruan penolakan agenda KTM WTO ini bertujuan untuk memperluas propaganda anti imperialisme serta memperkuat barisan masa untuk menuntut Indonesia harus keluar dari keanggotaan WTO karena terbukti tidak mampu mendorong maju perekonomian Nasional dan bahkan menghancurkan kedaulatan Bangsa,” ujarnya.

Selama ini, kata Derry, kendati WTO jelas-jelas merugikan ekonomi nasional, seperti hancurnya sektor pertanian, ketergantungan terhadap impor, dan hancurnya industri nasional, masih sedikit mahasiswa yang sadar akan hal itu dan siap melakukan perlawanan.

Dalam selebaran tersebut, LMND membeberkan berbagai kerugian Indonesia menjadi anggota WTO. Tak hanya itu, selebaran itu juga berisi seruan agar rakyat Indonesia menyusun gerakan perlawanan untuk mengusir WTO dari wilayah Republik Indonesia.

LMND kota Ende juga menyerukan agar pemerintah kembali ke filosofi bangsa, yakni Pancasila, Konstitusi (UUD 1945), dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Aksi pembagian selebaran ini sempat terhenti sejenak lantaran kota Ende dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Namun, begitu hujan reda, aktivis LMND melanjutkan aksinya.

Rofinus Silli

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut