Tolak WTO, LMND Bengkulu Galang Tanda Tangan

Kamis (5/12) siang, sekitar pukul 11.00 WIB, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) membentangkan spanduk warna putih di depan pintu gerbang Universitas Bengkulu.

Pembentangan spanduk itu merupakan aksi penggalangan tanda-tangan untuk menolak pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali. Aksi ini mengambil tajuk Sejuta Tanda Tangan Menolak WTO.

Menurut Yusuf Sugianto, sekretaris LMND kota Bengkulu, penggalangan tanda-tangan ini merupakan upaya menarik dukungan dan partisipasi rakyat dalam gerakan menolak WTO di Indonesia.

“Ada banyak warga dan mahasiswa yang membubuhkan tanda tangannya mendukung aksi kami ini. Karenanya kami minta agar Presiden SBY memutuskan agar Indonesia keluar dari WTO atau Indonesia hanya akan menjadi tinggal sejarah,” kata Yusuf.

Yusuf menjelaskan, agenda pertemuan WTO di Bali, yang berlangsung tanggal 3-6 Desember 2013, hanya dimaksudkan untuk meloloskan tiga agenda liberalisasi di tiga bidang, yakni pertanian, perdagangan, dan pembangunan.

Menurut dia, selama menjadi anggota WTO sejak tahun 1995 lalu, Indonesia tidak mendapat manfaat apapun. Sebaliknya, kata dia, keterlibatan Indonesia dalam agenda perdagangan bebas ala WTO justru menyebabkan Indonesia kehilangan kedaulatan ekonomi.

“Selama ini WTO hanya mengakibatkan pertanian Indonesia terpuruk karena tidak lakunya produk pertanian dalam negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yusuf mengungkapkan, kebijakan impor yang semakin bebas tanpa adanya pajak hanya akan membuat semakin leluasanya barang-barang luar negeri untuk masuk dan diperdagangkan di Indonesia.

Ia menuding semangat liberalisasi yang diusung oleh WTO bertentangan dengan semangat Pancasila. “Indonesia harus keluar dari WTO karena hanya memperburuk kondisi rakyat Indonesia dan sumber daya alam. Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat, kembali pada Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945,” tandasnya.

Selain menggalang tanda-tangan, massa aksi LMND juga membagi-bagikan selebaran kepada mahasiswa dan masyarakat di sekitar lokasi aksi.

Rudi Nurdiansyah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut