Tolak Tambang, Rakyat Brang Ene Kumpulkan Tanda-Tangan

Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional (HTN), 24 September 2012, Serikat Tani Nasional (STN) bersama dengan rakyat Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, akan menggelar aksi massa ke kantor Bupati setempat.

Aksi massa tersebut, kata aktivis STN Sumbawa Barat, Budiman HK, bermaksud untuk menyerahkan tanda-tangan mayoritas rakyat Brang Ene terkait penolakan terhadap operasional perusahaan tambang PT. Anugerah Karya Agera Sentosa (AKAS).

“Jadi, pada aksi tanggal 3 September lalu, Bupati menyetujui adanya referendum tentang setuju dan tidaknya tambang. Nah, di situ disepakati bukti formalnya adalah tanda-tangan otoritas desa dan rakyat,” kata Budiman.

Sehubungan dengan hal itu, pada 13 September 2012 sudah digelar Rapat Akbar di desa Mura, Kecamatan Brang Ene. Rapat akbar ini menghasilkan kesepakatan rakyat untuk menolak perusahaan tambang.

Rapat akbar itu juga disertai dengan pengumpulan tanda-tangan. Rapat akbar serupa juga digelar di desa-desa lain.

Tidak hanya itu, kata Budiman, pada 23 Februari 2012, sebuah pertemuan yang difasilitasi oleh camat Brang Ene menghasilkan keputusan bahwa seluruh Kepala Desa dan BPD se-Kecamatan Brang Ene menolak kehadiran PT. AKAS.

“Saya kira, ini sudah bukti formal yang sangat kuat bahwa masyarakat dan aparat pemerintah setempat menolak operasional tambang. Kita menuntut agar Bupati konsisten dengan janjinya dan mengikuti keputusan rakyatnya,” tegas Budiman.

Budiman khwatir, pihak Bupati Sumbawa Barat berlagak lupa dengan keputusan bersama yang dibuat tanggal 3 September 2012. “Ya, kami khawatir kalau Bupati terserang penyakit lupa. Buktinya, Bupati mengaku lupa dengan keberadaan surat kesepakatan itu,” ungkapnya.

Budiman mensinyalir ada oknum tertentu yang sengaja menyembunyikan surat kesepakatan bersama antara Bupati KSB dan warga masyarakat tersebut.

Isnawati Pujakesuma

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut