Tolak Skorsing, Mahasiswa Sastra Unhas Duduki Kantor Dekan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa untuk Keadilan (AMUK) Unhas bertahan melakukan blokade dan pendudukan di depan Kantor Dekanat Fakultas Sastra Unhas (25/3/2013)

Sejak tanggal 25 Maret 2013 lalu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan (AMUK) menduduki kantor Dekanat  Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Mereka memprotes kebijakan Dekan Fakultas Sastra Unhas, Prof.Burhanuddin Arafah, PhD, terkait skorsing selama 2 semester terhadap dua mahasiswa Fakultas sastra, Muhammad Arsyad Irawan dan Muhammad Juzmail.

Selain itu, mereka juga memprotes keputusan Komisi Disiplin (Komdis) Unhas terhadap seorang mahasiswa, yakni Andre Pranata Duraw, yang dituding menjadi provokator tawuran.

Dalam siaran persnya AMUK menjelaskan, proses pemberian sanksi itu cacat secara prosedural dan administratif. Sebaliknya, AMUK mendesak pihak Dekan untuk membuka ruang dialog untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Pada hari kedua, pihak Dekanat Sastra Unhas justru menggunakan satpam kampus untuk membubarkan aksi pendudukan mahasiswa. Dalam kejadian itu, seorang mahasiswa jatuh pingsan.

Aksi pendudukan sendiri sudah memasuki minggu ketiga. Aktivis AMUK bertekad tidak akan mengakhiri aksinya sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Mereka juga khawatir, jika tindakan samacam ini dibiarkan, kedepan pihak kampus makin sewenang-wenang mengekang aktivitas kemahasiswaan.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut