Tolak Penggusuran, Petani Usir Eskavator Dan Sandera Anggota Brimob

Sedikitnya seribuan orang warga dusun Kunangan Jaya II di desa Bungku, Batanghari, Provinsi Jambi, berhasil membatalkan rencana penggusuran lahan oleh PT. Agronusa Alam Sejahtera, Selasa (15/11).

Selain itu, warga juga berhasil mengusir seluruh eskavator milik perusahaan dan menahan lima anggota Brimob. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, ketika anak-anak baru kembali dari sekolah.

Karena penahanan anggota Brimob itu, pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, Kepala Desa, Koramil, Kapolres, Pemkab, dan perwakilan PT. AAS datang ke dusun Kunangan Jaya untuk bernegosiasi dengan warga.

Terjadi kesepakatan diantara kedua belah pihak, bahwa pihak perusahaan tidak boleh mengirimkan eskavator ke lokasi lahan milik warga sebelum ada keputusan dari pihak pemerintah.

Aksi penggusuran sendiri terjadi sejak pagi hari, tetapi warga baru bisa melakukan konsolidasi dan melakukan perlawanan saat sore hari. Motor dari perlawanan ini adalah ibu-ibu dan anak-anak sekolah.

Menurut Utut Adianto, seorang aktivis Serikat Tani Nasional (STN) yang mendampingi warga,  aksi penggusuran ini sudah terjadi berkali-kali, tetapi baru kali warga melakukan perlawanan dengan hebat.

“Sudah seminggu ini pihak pengusaha berusaha memasukkan eskavator, tapi perlawanan rakyat tidak terkonsolidasi. Nanti setelah kami berdiskusi dengan mereka, barulah terjadi konsolidasi dan terjadi perlawanan massif,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, warga sendiri masih berjaga-jaga masih di sekitar lokasi penggusuran. Mereka berusaha memastikan pihak perusahaan tidak lagi mengirimkan eskavator.

Pihak PT. Agronusa Alam Sejahtera mengklaim tanah seluas 8000 hektar sebagai miliknya. Tetapi, menurut warga, pihak pengusaha sendiri tidak punya bukti terkait klaim kepemilikan itu. Sementara warga sudah menempati lahan itu sejak tahun 2005. Mereka menanam tanaman karet di atas lahan tersebut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut