Tolak Kunjungan Komisi III DPR, Rakyat Lambu Blokade Jalan

JAKARTA (BO): Rencana Komisi III DPR untuk bertemu warga Lambu, Bima, Nusa Tenggara Barat, menemui kegagalan. Pasalnya, warga Lambu menolak kunjungan tersebut dengan memblokade seluruh jalan di kecamatan tersebut.

Menurut Mulyadi, aktivis dari Front Rakyat Anti Tambang, rakyat Lambu tidak mau bertemu dengan pihak DPR jika tuntutannya tidak dipenuhi. “Ini adalah bentuk kekecewaan rakyat. Apa gunanya bertemu jika tuntutan rakyat tetap diabaikan,” katanya.

Mulyadi menjelaskan, ada dua tuntutan warga Lambu yang paling pokok, yaitu pencabutan SK nomor 188/2010 tentang ijin eksplorasi tambang PT. SMN dan pembebasan seluruh warga dan aktivis yang ditahan oleh kepolisian.

Selain itu, warga Lambu juga menyatakan penolakan terhadap Pansus Agraria bentukan DPR. Bagi rakyat Bima, langkah darurat untuk menyelesaikan berbagai konflik agraria di Indonesia adalah pembentukan Panitia Nasional Penyelesaian Konflik Agraria.

Awalnya, Komisi III DPR hendak bertemu dan berdialog langsung dengan warga Lambu. Namun, rombongan anggota Komisi III DPR, yang juga disertai oleh Kapolda dan anggota DPRD Bima, gagal memasuki wilayah Lambu.

Hampir seluruh jalan desa di Kecamatan Lambu diblokade. Aksi pemblokadean jalan ini mulai dilakukan pukul 12.00 WITA tadi. “Hampir semua warga terlibat dalam aksi blokade jalan ini,” katanya.

Menurut laporan koresponden BO di Bima, aksi blokir jalan ini dilakukan dengan batu, tiang listrik, dan kayu. Bahkan, di sejumlah ruas jalan terdapat pos ronda yang dipasang melintang.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut