Tolak Kenaikan TDL dan BBM, Ibu-Ibu Di Pekanbaru Bawa Jerigen Kosong

PEKANBARU: Ratusan Ibu rumah tangga dan kaum miskin di Pekanbaru menyatakan penolakan terhadap kenaikan TDL dan BBM, sambil membawa puluhan jerigen kosong sebagai bentuk kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat.

Mereka merupakan anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) yang sedang menggelar aksi di kantor Gubernur Riau, Kamis (8/7). Selain menolak kenaikan harga TDL dan rencana penghapusan subsidi BBM, SRMI juga mempersoalkan kriteria miskin versi BPS dan anggaran untuk sektor pendidikan.

Ani Haryani, selaku ketua SRMI Riau, menyatakan bahwa pemerintahan SBY harus bertanggung jawab atas kenaikan harga-harga dan hancurnya ekonomi rakyat.

“Sekarang rakyat sudah hidup dalam kondisi ekonomi yang berat. Jika ditambah lagi dengan kenaikan TDL dan penghapusan BBM, maka itu sama saja mengakhiri hidup mereka secara tragis,” tambahnya.

Haryani memperingatkan bahwa kenaikan harga sangat berpengaruh pada segala aktivitas kehidupan rakyat, sekaligus menciptakan semakin banyak orang yang terperosot dalam jurang kemiskinan.

SRMI melakukan aksi tetrikal untuk semakin menggambarkan realitas kehidupan yang dialami oleh sebagian besar rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut