Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Jogjakarta Kembali Bentrok Dengan Polisi

Demo BBM11.jpg

Aksi massa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jogjakarta, tepatnya di pertigaan depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga,  Rabu (19/11), berakhir dengan bentrok.

Aksi massa yang melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus ini bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Tak lama kemudian, massa aksi hendak menggeser aksinya ke sasaran aksi, yakni SPBU Janti.

Namun, begitu massa mulai berbaris ke sasaran aksi, barikade aparat kepolisian menghadangnya tepat di depan Museum Affandi. Penghadangan itulah yang memicu gesek-gesekan antara polisi dengan mahasiswa. Tak lama kemudian, gesek-gesekan itu berubah menjadi bentrokan terbuka.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi mahasiswa. Sebaliknya, massa aksi mahasiswa mencoba menghalau polisi dengan melemparkan batu. Namun, karena terdesak, massa aksi mahasiswa memilih untuk masuk ke dalam kampus UIN Sunan Kalijaga.

Dalam bentrokan tersebut, tiga massa aksi mahasiswa ditangkap oleh kepolisian. Termasuk diantaranya adalah Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) wilayah Jogjakarta, Ardy Syihabuddin. Tetapi, tak lama kemudian, polisi membebaskan Ardy.

“Polisi bertindak sangat represif dalam menghadapi aksi protes mahasiswa. Padahal, kami hanya mau menyampaikan sikap terkait penolakan terhadap keputusan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM melalui aksi simbolik di SPBU,” kata Ardy kepada Berdikari Online.

Ardy mengatakan, keputusan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM sangat menyengsarakan rakyat dan merugikan ekonomi nasional. Pasalnya, kata dia, selain memicu kenaikan biaya transportasi, kenaikan harga BBM juga memicu kenaikan biaya produksi dari kegiatan ekonomi yang menggunakan BBM.

Ardy pun mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK terkait janji kampanyenya, yakni memperjuangkan Trisakti. “Jangan menjadikan Trisakti sebagai dagangan politik belaka. Ini sama saja dengan menipu harapan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Aksi massa menolak kenaikan harga BBM di Jogjakarta ini melibatkan sejumlah organisasi dan kampus, seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), PEMBEBASAN, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), REPDEM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM UIN , BEM UMY, BEM UST, BEM Instiper, dan lain-lain.

Dewa Putu Adi Wibawa

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut