Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Palopo Turun ke Jalan

Mahasiswa Palopo Tolak Kenaikan BBM

Rencana pemerintah Jokowi-JK yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 dalam waktu dekat ini, banyak mendapat penolakan di berbagai daerah.

Di Palopo, Sulawesi Selatan, puluhan mahasiswa yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi kemahasiswaan menggelar aksi massa di kantor DPRD Kota Palopo, Rabu (5/11/2014). Mereka memulai aksinya dari kampus 2 Universitas Cokroaminoto dengan menggelar orasi-orasi politik secara bergantian.

Koordinator Lapangan, Suprianto, mengatakan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM bukanlah solusi terhadap penyehatan Anggaran Pemerintah Belanja Negara (APBN) yang selama ini di keluhkan oleh pemerintah sebagai beban APBN. Menurutnya, beban APBN yang sebenarnya adalah utang luar negeri yang jumlahnya ribual triliun yang harus dibayar oleh pemerintah kepada pihak asing.

“Kenaikan BBM ini akan semakin memberatkan rakyat Indonesia, karena kenaikan BBM akan diikuti oleh kenaikan harga barang-barang di pasaran, terutama sembako yang membuat daya beli masyarakat semakin menurun,” Teriak Suprianto dalam orasinya di depan gedung DPRD kota Palopo.

Dalam aksinya, para mahasiswa juga meminta anggota DPRD secara tegas menyatakan sikap untuk menolak kenaikan harga BBM yang akan di lakukan oleh Pemerintah dalam waktu dekat ini.

Rencananya, para mahasiswa akan terus menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM sampai pemeritah Jokowi-JK mau menurunkan harga BBM. “Aksi ini akan terus berlanjut sampai pemerintah betul-betul membatalkan rencana kenaikan harga BBM. Oleh karenanya, besok dan beberapa hari kedepan akan masih ada aksi massa besar-besaran menolak kenaikan harga BBM,” kata Suprianto.

Puluhan Mahasiswa ini terdiri dari beberapa organisasi, seperti: BEM IAIN palopo, GERMAPA, PMII, IPMAL, BEM UNCOK, BEM STIMIK IBNU KALDUN, LMND, dll.

Odhy

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut