Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa dan Rakyat Miskin di Solo akan Menggelar Aksi Massa

Sekelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Solo (UMS), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Klaten serta dari sektor Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Kaum Miskin Kota (KMK) Solo menggelar diskusi persiapan aksi terkait Penolakan Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di ruang kampus Badan Eksekutif (BEM) UMS Solo, Minggu (9/11).

Menurut Koordinator Aksi, Suci, pemeritahan Jokowi-JK tidak mempunyai alasan untuk menaikkan harga BBM di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat saat ini. “Jika BBM dinaikkan dampak yang dirasakan oleh rakyat kecil sangatlah besar, karena bukan hanya tarif transportasi yang akan naik, tetapi juga harga-harga barang dan kebutuhan pokok juga akan menjadi naik,” tambahnya.

“Jokowi-JK seharusnya lebih cerdas. Jangan cari pragmatisme seperti pendahulu-pendahulunya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Suci juga menyinggung persoalan migas di Indonesia,  bahwa dalam pengelolaan migas pemerintah harus lebih transparan dan mampu memotong mafia-mafia migas, seperti janji-janjinya semasa kampanye. “Bukankah harga minyak dunia saat ini sedang turun?” tanyanya.

Selain itu, Suci juga meminta kepada pemerintah untuk melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Diakhir diskusi, mahasiswa, PKL dan KMK di Solo berencana akan menggelar konferensi pers pada hari Selasa (11/11), dan kamisnya (13/11) akan menggelar aksi massa terkait penolakan terhadapan kenaikan harga BBM.

Kelik Ismunanto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut