Tolak Kenaikan BBM, LMND Pematangsiantar Datangi Kantor DPRD dan Walikota Pematangsiantar

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kota Pematangsiantar menggelar aksi penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang rencananya akan dinaikkan oleh Pemerintah Jokowi-JK. Aksi tersebut digelar pada hari Rabu, 12 November, dengan mendatangi beberapa tempat, yaitu: PT Pertamina, kantor Walikota Pematangsiantar dan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar.

Dalam aksi tersebut, LMND menolak keras terhadap kebijakan kenaikan harga BBM. Menurutnya, dengan menaikkan harga BBM maka nasib rakyat miskin akan menjadi sengsara. Ditambah lagi harga kebutuhan pokok akan ikut menjadi naik sehingga daya beli rakyat akan tergerus.

Koordinator Aksi, Bismar Siahaan, mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM juga akan mempengaruhi naiknya biaya transportasi, biaya sewa kontrak, dan juga biaya kehidupan lainnya yang akan sulit dijangkau oleh masyarakat kelas menengah kebawah.

Sesampainya di kantor DPRD Kota Pematangsiantar, massa aksi kemudian disambut oleh Ketua DPRD Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak, dan menyampaikan tuntutannya. Setelah itu, massa aksi kemudian mendatangi kantor Walikota Pematangsiantar. Namun, mereka merasa kecewa karena tidak seorangpun dari pihak pemerintahan kota Pematangsiantar yang menemui mereka.

Dalam aksinya, mereka menuntut kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM, hentikan liberalisasi dari hulu ke hilir yang menghilangkan pendapatan Negara, mencabut UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas, dan laksanakan Pasal 33 UUD 1945.

Rini

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut