Tokoh Demokrasi Mulyana W. Kusumah Tutup Usia

Tokoh demokrasi, Mulyana W. Kusumah, meninggal dunia di RS Dharmais, Minggu (1/12) pukul 21.30. Mas Mul, demikian almarhum biasa disapa, menjalani perawatan selama dua minggu terakhir akibat menderita stroke. Dalam pantauan Berdikari Online, ungkapan belasungkawa datang dari berbagai tokoh dan masyarakat umum di media sosial.

Mulyana W. Kusumah, lahir di Bogor, 23 November 1948, merupakan salah satu tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan demokrasi di tanah air. Almarhum juga merupakan anggota Tim 11 yang menyeleksi partai politik peserta pemilu 1999. Pada pemilu 2004 Mulyana lolos uji kelayakan menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebelumnya Mas Mul aktif di berbagai lembaga, seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan turut mendirikan Kontras serta Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP).

Pada masa kediktatoran orde baru, Mulyana turut serta membantu organisasi-organisasi yang beroposisi terhadap rezim Soeharto. Salah satu organisasi yang banyak dibantu adalah Partai Rakyat Demokratik (PRD). “Saat menjadi Direktur YLBHI Mas Mul kerap membantu PRD dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah memberi ijin penggunaan kantor YLBHI untuk berbagai kegiatan, termasuk acara deklarasi PRD tanggal 22 Juli 1996”, ujar Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono.

Dalam peringatan 17 tahun deklarasi PRD di Jakarta, Mulyana menyampaikan harapan agar PRD dapat mengantisipasi fenomena political party dealignment (proses ketidakpercayaan orang terhadap partai politik).

Menjelang akhir hayatnya Mulyana berkecimpung sebagai kriminalog yang memberi perhatian pada berbagai kasus yang disoroti media massa. Saat ini janazah disemayamkan di kediamannya Kompleks Meruya Ilir Blok G No. 9, Jakarta Barat. (DOM)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut