Tiongkok Akhiri Kebijakan “Satu Anak Cukup”

Kalau di Indonesia zaman orde baru lampau gencar kampanye “dua anak cukup”, maka di Tiongkok ada kebijakan yang membatasi tiap pasangan untuk maksimal mempunyai satu orang anak. Kebijakan ini mulai berlaku sejak tahun 1978 sebagai upaya pemerintah setempat mengontrol populasi di negeri berpenduduk terbanyak di dunia tersebut.

Nah, pada akhir tahun ini Kongres Republik Rakyat Tiongkok secara resmi menandatangani Undang-Undang sebagai penanda berakhirnya kebijakan satu anak. Dengan kebijakan ini maka setiap pasangan akan diijinkan untuk menambah satu anak lagi, sehingga maksimal punya dua anak, mulai Januari 2016.

Seperti diketahui, Tiongkok adalah negara dengan penduduk terbanyak di dunia dengan jumlah 1,37 miliar orang. Kebijakan satu anak yang dijalankan selama tiga puluh lima tahun diklaim telah mencegah kelahiran empat ratus juta bayi serta berkontribusi terhadap booming ekonomi Tiongkok di tahun 1980-an.

Namun sebuah perdebatan dalam Komite Tetap Kongres Rakyat Tiongkok akhirnya menyetujui berakhirnya kebijakan tersebut. Komite yang bertugas menyusun kebijakan ekonomi ini menilai Tiongkok tengah menghadapi persoalan dengan menyusutan angkatan kerja produktif serta penuaan penduduknya.

Tiongkok mencatat penurunan 3,45 juta angkatan kerja di tahun 2012, atau total penurunan sebanyak 29 juta selama satu dekade terakhir.

Perubahan kebijakan ini telah diumumkan sejak bulan Oktober lalu melalui kantor berita Xinhua dan kemudian disetujui dalam Sidang Pleno Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok ke-18 tanggal 12 November 2015. Meski demikian, kelonggaran untuk mempunyai anak lebih dari satu telah diterapkan sejak tahun 2013 khusus kepada beberapa etnis minoritas dan untuk keluarga di pedesaan apabila anak pertamanya perempuan.

Kebijakan satu anak ini sempat menjadi sorotan dunia berhubung terjadinya praktek sterilisasi paksa dan aborsi selektif terhadap bayi perempuan. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan jender yang akan membuat banyak laki-laki di Tiongkok tidak memiliki pasangan.

Menurut Xinhua di tahun 2012 rasio  kelahiran tercatat 118 bayi laki-laki berbanding 100 bayi perempuan. Ini jauh lebih rendah dibanding rasio normal 103 sampai 107 bayi laki-laki berbanding 100 bayi perempuan.

Xinhua/ABC/The Guardian

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut