Tiga Syarat Pemimpin Jakarta

Bagi guru besar Universitas Indonesia (UI), Prof.Dr. M. Budyatna, MA, calon pemimpin Jakarta di masa depan memerlukan tiga syarat agar bisa memimpin dengan baik.

Ketiga syarat itu adalah jujur dan tidak korup, berani membuat kebijakan dan mengambil resiko atas kebijakannya itu, dan selalu memihak kepentingan rakyat.

Pernyataan itu dilontarkan Prof.Dr. M. Budyatna dalam sebuah diskusi bertajuk “Jakarta dan Kepemimpinan Masa Depan”, bertempat di rumah makan sunda Pancoran, siang tadi (11/4).

Dia mencontohkan tipe kepemimpinan yang bagus itu seperti Chavez. “Saya suka dengan Chavez, terutama program-program kerakyatannya.”

Dulu, katanya, Jakarta punya gubernur yang cukup bagus, yaitu Ali Sadikin. “Meskipun kebijakannya sempat kontroversial terkait judi, tetapi dia berani mengambil resiko dengan kepentingan rakyat.”

Dalam hal pembangunan, Prof Budyatna juga memuji kepemimpinan Bung Karno yang, ketika itu, berhasil membangun banyak gedung atau tugu bersifat monumental di ibukota Jakarta.

Berbeda dengan Gubernur Fauzi Bowo, meskipun punya slogan “serahkan kepada ahlinya”, tetapi terbukti kedodoran mengurus Jakarta. Di penghujung pemaparannya, Prof Budyatna menegaskan bahwa Jakarta memerlukan pemimpin tegas dan pro-rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut