Tiga Mahasiswa Pengkritik Kebijakan Kampus Ditangkap Polisi

Kejadian miris kembali merundung dunia pendidikan Indonesia. Tiga mahasiswa Sekoloh Tinggi Manajemen Informaika & Komputer (STIMIK) Tidore Mandiri, yang beberapa hari sebelumnya memimpin aksi protes terhadap ketidakadilan di kampusnya, ditangkap Polisi.

Ketiga mahasiswa itu adalah: Fadli Dahlan, Husain Abdullah, dan Muhammad Arsyad. Fadli Dahlan juga dikenal sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMIK Tidore dan juga anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Penangkapan mahasiswa ini dikaitkan dengan aksi protes yang digelar tanggal 10 Februari lalu. Saat itu, mahasiswa STIMIK Tidore, di bawah kepemimpinan tiga orang ini, menggelar aksi massa terhadap sejumlah ketidakadilan di kampusnya, yaitu: permintaan mengakreditasi semua jurusan, menurunkan SPP angkatan 2000 karena terlalu tinggi, menolak pungutan penjualan modul, dan transparansi anggaran kampus.

Karena pihak birokrat kampus tidak juga merespon tuntutan tersebut, maka mahasiswa pun menyegel pintu masuk kampus. “Penyegelan ini dimaksudkan untuk memaksa pihak kampus merespon tuntutan para mahasiswa,” ujar Nurja Marsaoly, sekretaris LMND komisariat STIMIK Tidore.

Dua hari sesudahnya, yaitu tanggal 12 Februari, ketua I STIMIK Tidore Sofyan Do Bagus membuka segel tersebut. Tindakan ini segera memicu kemarahan mahasiswa. Secara spontan mahasiswa pun memecahkan jendela kaca di kampusnya.

Karena tindakan itulah, maka pihak kampus memanggil polisi untuk melakukan intervensi dan menangkap sejumlah aktivis mahasiswa. Tanpa melakukan penyelidikan lebih jauh, Polisi pun menangkap para penggerak aksi ini.

Pihak LMND Komisariat STIMIK Tidore sangat menyesalkan kejadian ini. Pihaknya meminta agar persoalan ini diselesaikan secara internal dan demokratis, tidak usah melibatkan polisi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • la ode adhan

    kenapakah ketika kita memperjuangkan kebenaran selalunya kita dibuatkan jalan untuk tidak dapt berbuat apa”…inikah namanya keadilan ……